home global news

Anwar Abbas: Politik Kekuasaan Harus Diisi Orang Beradab

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 13:54 WIB
Ilustrasi pentingnya adab dalam berpolitik. Foto: Langit7/Istock
Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, menilai ada dua macam gerakan politik di Indonesia. Gerakan politik yang memiliki orientasi dan tujuan berbeda-beda.

Pertama, politik kekuasaan. Menurut Anwar Abbas, para politikus kekuasaan bergerak melakukan aktivitas untuk menadapatkan kekuasaan dan merebut posisi penting di negeri ini. Mereka ingin menjadi penentu dan memberi arah pada perjalanan bangsa. Namun tak jarang mereka bergerak atas dasar kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Mereka politikus kekuasaan itu, yang mereka ada yang di Senayan (DPR) sana, atau bergabung partai politik,” kata Anwar Abbas dalam webinar ‘Merajut Kesadaran Politik Bangsa yang Beradab’ melalui akun Youtube MIUMI, Kamis malam (12/8/2021).

Baca juga:Sekjen MUI: Hijrah Rasul Bukan Hanya Fisik tapi Menuju Keadilan

Kedua, politik nilai. Anwar Abbas menyebut orang yang bergerak di bidang politik nilai adalah orang berjuang dengan ikhlas demi kepentingan umat. Mereka tidak bergabung dalam strtuktur kepartaian atau pun tergabung dalam jajaran pejabat.

“Mereka adalah orang yang memperjuangkan nila-nilai dan merebut supaya nilai-nilai tersebut dijunjung tinggi oleh anak bangsa Jadi, ada orang yang berpolitik bukan untuk mendapatkan kekuasaan, tapi memperjuangkan nilai. Orang yang memperjuangkan nilai tidak peduli dengan jabatan, mereka bergerak karena ikhlas,” ucap Anwar Abbas.

Sebenarnya, kata dia, politikus kekuasaan pun harus menjunjung tinggi nilai-nilai adab saat menjabat. Entah menjabat di kursi eksekutif, legislatif, atau pun yudikatif. Nilai-nilai adab harus dijunjung tinggi. Sebab, hal itu merupakan amanat besar dari para pendiri bangsa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 45.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
adab adab politik anwar abbas partai politik mui
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya