Metsa Kopi, Kedai Berkonsep Industrial di Tengah Hutan
Hasanah syakim
Jum'at, 09 September 2022 - 19:33 WIB
Pengunjung Metsa Kopi menikmati sajian kuliner dan kopi (foto: istimewa)
Wisata kuliner menjadi salah satu pendorong peetumbuhan ekonomi sektor ekonomi kreatif. Munculnya beragam kedai kopi dengan konsep yang menarik, membuat sektor ini cepat tumbuh.
Metsa Kopi menjadi salah satu dari sekian cafe yang muncul dengan konsep industrial yang berada di tengah pepohonan rimba, serta hamparan kebun teh di wilayah Batang.
Metsa Kopi berada di Jalan Raya Bandar-Bantur Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Cafe ini buka Desember 2020 lalu. Hingga kini, tempat ini berkembang dan digandrungi masyarakat dengan penataan ala industrial, sehingga terkesan lebih menunjukan jiwa muda.
Baca juga:Selasar Cafe, Usaha Kopi Berbasis Komunitas Jamaah Masjid
Pemiliki Metsa Kopi, Nanang menjelaskan dirinya sengaja mengambil konsep industrial cafe karena lokasinya berada di tengah hutan.
Nanang mengaku, untuk mencoba menerapkan konsep industrial cafe ini di tengah hutan, agar berbeda serta ada kesan lain. Sebab, kebanyakan konsep industrial seperti itu ada di kota-kota eks pabrik.
"Desain interior industrial memiliki ciri khas unik biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Selain itu, beberapa spot juga didesain dengan jaring-jaring yang menggantung sehingga pengunjung bisa lebih santai," jelas Nanang dikutip dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id Jumat (9/9/2022).
Metsa Kopi menjadi salah satu dari sekian cafe yang muncul dengan konsep industrial yang berada di tengah pepohonan rimba, serta hamparan kebun teh di wilayah Batang.
Metsa Kopi berada di Jalan Raya Bandar-Bantur Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Cafe ini buka Desember 2020 lalu. Hingga kini, tempat ini berkembang dan digandrungi masyarakat dengan penataan ala industrial, sehingga terkesan lebih menunjukan jiwa muda.
Baca juga:Selasar Cafe, Usaha Kopi Berbasis Komunitas Jamaah Masjid
Pemiliki Metsa Kopi, Nanang menjelaskan dirinya sengaja mengambil konsep industrial cafe karena lokasinya berada di tengah hutan.
Nanang mengaku, untuk mencoba menerapkan konsep industrial cafe ini di tengah hutan, agar berbeda serta ada kesan lain. Sebab, kebanyakan konsep industrial seperti itu ada di kota-kota eks pabrik.
"Desain interior industrial memiliki ciri khas unik biasanya menggunakan warna-warna monokromatik dan terkesan maskulin. Selain itu, beberapa spot juga didesain dengan jaring-jaring yang menggantung sehingga pengunjung bisa lebih santai," jelas Nanang dikutip dari laman visitjawatengah.jatengprov.go.id Jumat (9/9/2022).