102 Juta Data Masyarakat Indonesia Bocor, Diduga dari Kemensos
Andi Muhammad
Jum'at, 16 September 2022 - 17:45 WIB
102 Juta Data Masyarakat Indonesia Bocor, Diduga dari Kemensos. Foto: Langit7.id/iStock.
Tak hentinya, kebocoran data masih saja terus terjadi. Kini, sebanyak 102 juta data masyarakat Indonesia diduga bocor dan dijual di forum online Breached.to.
Informasi dugaan kebocoran data ini diungkap oleh Dark Tracer melalui akun Twitternya, dengan handle @darktracer_int. Dalam cuitannya, Dark Tracer mengklaim kebocoran data ini berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Telah muncul aktor jahat yang menjual database yang mengaku sebagai 102 juta database kewarganegaraan yang bocor dari Kementerian Sosial RI. Dia membocorkan puluhan foto KTP sebagai sampel. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa klaimnya benar," tulis akun tersebut, dikutip Langit7.id, Jumat (16/9/2022).
Baca Juga:Selain Bjorka, 5 Hacker Ini Termasuk Berbahaya di Dunia
Kumpulan data warga itu berjudul "Indonesia Citizenship Database From Ministry of Social Affairs Republic of Indonesia". Kebocoran data berisi file berukuran 85 GB, meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, tempat tanggal lahir, gender, usia,dan lainnya.
Peretas ini juga menampilkan sejumlah sampel data tersebut dalam unggahannya. Terlihat ada 44 sampel foto KTP dan KK.
Sayangnya, belum ada informasi data tersebut valid atau tidak. Jika klaim itu benar maka Kemensos menjadi kementerian yang turut menjadi sasaran peretas setelah kebocoran 1,3 milliar registrasi kartu SIM, 17 juta data PLN, hingga 28 juta data pelanggan Indihome.
Informasi dugaan kebocoran data ini diungkap oleh Dark Tracer melalui akun Twitternya, dengan handle @darktracer_int. Dalam cuitannya, Dark Tracer mengklaim kebocoran data ini berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos).
"Telah muncul aktor jahat yang menjual database yang mengaku sebagai 102 juta database kewarganegaraan yang bocor dari Kementerian Sosial RI. Dia membocorkan puluhan foto KTP sebagai sampel. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa klaimnya benar," tulis akun tersebut, dikutip Langit7.id, Jumat (16/9/2022).
Baca Juga:Selain Bjorka, 5 Hacker Ini Termasuk Berbahaya di Dunia
Kumpulan data warga itu berjudul "Indonesia Citizenship Database From Ministry of Social Affairs Republic of Indonesia". Kebocoran data berisi file berukuran 85 GB, meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, tempat tanggal lahir, gender, usia,dan lainnya.
Peretas ini juga menampilkan sejumlah sampel data tersebut dalam unggahannya. Terlihat ada 44 sampel foto KTP dan KK.
Sayangnya, belum ada informasi data tersebut valid atau tidak. Jika klaim itu benar maka Kemensos menjadi kementerian yang turut menjadi sasaran peretas setelah kebocoran 1,3 milliar registrasi kartu SIM, 17 juta data PLN, hingga 28 juta data pelanggan Indihome.