Kebocoran Data Terus Terjadi, Puan Tuntut Satgas Atasi Kejahatan Siber
Ummu hani
Jum'at, 16 September 2022 - 15:45 WIB
Kebocoran Data Terus Terjadi, Puan Tuntut Satgas Atasi Kejahatan Siber. Foto: Istimewa.
Kebocoran data masih terjadi menuai kekhawatiran banyak pihak. Sebab, peretas bernama Bjorka kian berani untuk membocorkan data milik sejumlah instansi dan pejabat negara. Mulai dari data yang diklaim dari proses registrasi kartu SIM Card, situs Komisi Pemilihan Umum (KPU), hingga surat-menyurat milik Presiden.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan agar Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Data yang dibuat pemerintah dapat menyelesaikan masalah kebocoran data dan kejahatan siber secara menyeluruh.
“Kami harapkan Satgas Perlindungan Data yang dibentuk pemerintah dengan melibatkan sejumlah kementerian/lembaga bisa menyelesaikan kasus-kasus kebocoran data secara menyeluruh. Jadi jangan hanya untuk menyelesaikan kebocoran data dari peretas Bjorka, tapi semuanya,” kata Puan dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/9/2022).
Menurut Puan, kasus kebocoran data bukan hanya dari fenomena Bjorka semata. Kasus ini sudah banyak terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:Berkaca dari Kasus Bjorka, Pemerintah Diminta Benahi Keamanan Siber
“Masalah kebocoran data sebenarnya kan sudah masif terjadi sebelum ini. Masalah kebocoran data juga bukan hanya menyangkut keamanan negara, tapi juga sudah tidak terhitung lagi data pribadi warga yang dibocorkan,” ucap Puan.
Oleh karena itu, DPR RI mendorong agar Satgas Perlindungan Data melakukan investigasi besar-besaran. Menurut Puan, data-data masyarakat yang bocor menyangkut identitas pribadi.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR RI, Puan Maharani mengingatkan agar Satuan Tugas (Satgas) Perlindungan Data yang dibuat pemerintah dapat menyelesaikan masalah kebocoran data dan kejahatan siber secara menyeluruh.
“Kami harapkan Satgas Perlindungan Data yang dibentuk pemerintah dengan melibatkan sejumlah kementerian/lembaga bisa menyelesaikan kasus-kasus kebocoran data secara menyeluruh. Jadi jangan hanya untuk menyelesaikan kebocoran data dari peretas Bjorka, tapi semuanya,” kata Puan dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (16/9/2022).
Menurut Puan, kasus kebocoran data bukan hanya dari fenomena Bjorka semata. Kasus ini sudah banyak terjadi sejak beberapa tahun terakhir.
Baca Juga:Berkaca dari Kasus Bjorka, Pemerintah Diminta Benahi Keamanan Siber
“Masalah kebocoran data sebenarnya kan sudah masif terjadi sebelum ini. Masalah kebocoran data juga bukan hanya menyangkut keamanan negara, tapi juga sudah tidak terhitung lagi data pribadi warga yang dibocorkan,” ucap Puan.
Oleh karena itu, DPR RI mendorong agar Satgas Perlindungan Data melakukan investigasi besar-besaran. Menurut Puan, data-data masyarakat yang bocor menyangkut identitas pribadi.