Adab Menagih Utang pada Teman, Buya Yahya: Catat dan Ingatkan
Redaksi
Sabtu, 17 September 2022 - 06:01 WIB
Ilustrasi membayar utang. Foto: Langit7/iStock.
Islam mengajarkan kita untuk hidup tolong menolong antar sesama. Seperti memberi bantuan untuk meringankan beban orang lain, termasuk meminjamkan uang atau utang piutang.
Namun, terkadang kita mengalami kesulitan saat menagihutang. Terlebih bila pemilik utang adalah kerabat dekat.
Lalu, bagaimana adab menagih utang dalam Islam?
Baca juga: Apakah Kredit Termasuk Utang? Ini Hukumnya dalam Islam
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif mengatakan salah satu adabnya adalah mencatat uang yang dipinjam, hitam di atas putih.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282).
Namun, terkadang kita mengalami kesulitan saat menagihutang. Terlebih bila pemilik utang adalah kerabat dekat.
Lalu, bagaimana adab menagih utang dalam Islam?
Baca juga: Apakah Kredit Termasuk Utang? Ini Hukumnya dalam Islam
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif mengatakan salah satu adabnya adalah mencatat uang yang dipinjam, hitam di atas putih.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282).