LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam mengajarkan kita untuk hidup tolong menolong antar sesama. Seperti memberi bantuan untuk meringankan beban orang lain, termasuk meminjamkan uang atau
utang piutang.
Namun, terkadang kita mengalami kesulitan saat menagih
utang. Terlebih bila pemilik utang adalah kerabat dekat.
Lalu, bagaimana
adab menagih utang dalam Islam?
Baca juga: Apakah Kredit Termasuk Utang? Ini Hukumnya dalam IslamPengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif mengatakan salah satu adabnya adalah mencatat uang yang dipinjam, hitam di atas putih.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282).
"Dengan mencatat utang itu menjadi tanda kesungguhan Anda untuk membayarnya. Bila niatnya baik, maka akan dimudahkan oleh Allah SWT," kata pendakwah yang akrab disapa
Buya Yahya ini.
Begitu pun sebaliknya, bila memiliki niat jelek untuk tidak membayar utang, maka akan disulitkan Allah untuk membayarnya. Bahkan, dalam salah satu hadits disebutkan bila pemilik utang berniat tidak membayar sama saja dengan pencuri.
Baca juga: Cara Melunasi Utang bila Hilang Kontak dengan Krediturعَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة
"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih).
"Orang membayar utang itu ada setannya, padahal dia mampu. Itu kejam. Setan senang dengan kondisi ini, untuk memecah tali silaturahmi," katanya dikutip dari chanel Al-Bahjah TV, Sabtu (17/9/2022).
Sementara, dari pihak yang meminjamkan uang juga diatur dengan indah dalam Islam.
Buya Yahya menekankan untuk tidak meminjamkan uang dengan riba atau menambahkan nilai pinjaman.
"Orang meminjam itu berarti perlu, maka tolonglah dia. Dan jangan memaksa bila yang punya itu tidak mampu. Beri mereka kelonggaran hingga mampu membayar. Ini indahnya utang piutang dalam Islam," lanjutnya.
Baca juga: Cara Jauhkan Anak dari Kebiasaan Berutang, Waspadai Iklan PinjolNamun, untuk mengingatkan utang itu harus agar tidak lupa. Bila kemudian mendapat balasan yang tidak diinginkan, maka terima dengan kesabaran.
"Kita mengingatkan kebaikan dan kemudian dibales dengan ketidakkebaikan, pahala tetap ada. Ini adalah adab utang piutang dalam Islam, semuanya indah. Wallahu alam bishawab," tutup Buya Yahya.
(est)