Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 10 Oktober 2026
home wirausaha syariah detail berita

Adab Menagih Utang pada Teman, Buya Yahya: Catat dan Ingatkan

redaksi Sabtu, 17 September 2022 - 06:01 WIB
Adab Menagih Utang pada Teman, Buya Yahya: Catat dan Ingatkan
Ilustrasi membayar utang. Foto: Langit7/iStock.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Islam mengajarkan kita untuk hidup tolong menolong antar sesama. Seperti memberi bantuan untuk meringankan beban orang lain, termasuk meminjamkan uang atau utang piutang.

Namun, terkadang kita mengalami kesulitan saat menagih utang. Terlebih bila pemilik utang adalah kerabat dekat.

Lalu, bagaimana adab menagih utang dalam Islam?

Baca juga: Apakah Kredit Termasuk Utang? Ini Hukumnya dalam Islam

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Yahya Zainul Ma'arif mengatakan salah satu adabnya adalah mencatat uang yang dipinjam, hitam di atas putih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ... سورة البقرة

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya." (QS Al-Baqarah: 282).

"Dengan mencatat utang itu menjadi tanda kesungguhan Anda untuk membayarnya. Bila niatnya baik, maka akan dimudahkan oleh Allah SWT," kata pendakwah yang akrab disapa Buya Yahya ini.

Begitu pun sebaliknya, bila memiliki niat jelek untuk tidak membayar utang, maka akan disulitkan Allah untuk membayarnya. Bahkan, dalam salah satu hadits disebutkan bila pemilik utang berniat tidak membayar sama saja dengan pencuri.

Baca juga: Cara Melunasi Utang bila Hilang Kontak dengan Kreditur

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة

"Siapa saja yang berutang, sedang ia berniat tidak melunasi utangnya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang pencuri." (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih).

"Orang membayar utang itu ada setannya, padahal dia mampu. Itu kejam. Setan senang dengan kondisi ini, untuk memecah tali silaturahmi," katanya dikutip dari chanel Al-Bahjah TV, Sabtu (17/9/2022).

Sementara, dari pihak yang meminjamkan uang juga diatur dengan indah dalam Islam.

Buya Yahya menekankan untuk tidak meminjamkan uang dengan riba atau menambahkan nilai pinjaman.

"Orang meminjam itu berarti perlu, maka tolonglah dia. Dan jangan memaksa bila yang punya itu tidak mampu. Beri mereka kelonggaran hingga mampu membayar. Ini indahnya utang piutang dalam Islam," lanjutnya.

Baca juga: Cara Jauhkan Anak dari Kebiasaan Berutang, Waspadai Iklan Pinjol

Namun, untuk mengingatkan utang itu harus agar tidak lupa. Bila kemudian mendapat balasan yang tidak diinginkan, maka terima dengan kesabaran.

"Kita mengingatkan kebaikan dan kemudian dibales dengan ketidakkebaikan, pahala tetap ada. Ini adalah adab utang piutang dalam Islam, semuanya indah. Wallahu alam bishawab," tutup Buya Yahya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 10 Oktober 2026
Imsak
04:08
Shubuh
04:18
Dhuhur
11:43
Ashar
14:44
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan