Airlangga Kenang Prof Azra Sosok Cendekiawan Berintegritas
Hasanah syakim
Selasa, 20 September 2022 - 06:30 WIB
Airlangga Kenang Prof Azra Sosok Cendekiawan Berintegritas. Foto: Istimewa.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut sosok Guru Besar UIN Jakarta, almarhum Prof Azyumardi Azra sebagai cendekiawan muslim dengan integritas yang luar biasa.
Menurut dia, almarhum menjadi salah satu cendekiawan muslim yang diterima semua pihak dengan integritas dan ajaran-ajaran tentang demokrasi humanisme, sehingga punya nilai inspirasi bagi generasi muda.
"Saya selaku Ketua Umum Golkar sering mengundang beliau untuk menjadi pengajar di Golkar Institute, program pengkaderan terhadap tokoh tokoh muda," katanya dilansir dari Antara, Selasa (20/9/2022).
Baca Juga:Peran Azyumardi Azra dalam Modernisasi Pendidikan Islam
"Dalam setiap kuliah yang diberikan beliau, para siswa sangat antusias dan hari ini kita lihat bunganya (karangan bunga belasungkawa) hampir satu kilometer. Artinya, beliau sangat diterima oleh kalangan yang luas," imbuhnya.
Menurut dia, ajaran mengenai demokrasi dan humanisme menjadi hal yang selalu dia ingat. "Kita berinteraksi dalam humanisme dari demokrasi, jadi, nilai-nilai itu yang melekat dalam pemikiran saya. Beliau kan seorang maha guru sangat melekat dengan keilmuan," ujarnya.
Kendati demikian, Airlangga menyatakan ilmu yang disampaikan begitu menarik. Hal ini selalu menjadi menginspirasi para para siswa bahkan kepada koleganya.
Menurut dia, almarhum menjadi salah satu cendekiawan muslim yang diterima semua pihak dengan integritas dan ajaran-ajaran tentang demokrasi humanisme, sehingga punya nilai inspirasi bagi generasi muda.
"Saya selaku Ketua Umum Golkar sering mengundang beliau untuk menjadi pengajar di Golkar Institute, program pengkaderan terhadap tokoh tokoh muda," katanya dilansir dari Antara, Selasa (20/9/2022).
Baca Juga:Peran Azyumardi Azra dalam Modernisasi Pendidikan Islam
"Dalam setiap kuliah yang diberikan beliau, para siswa sangat antusias dan hari ini kita lihat bunganya (karangan bunga belasungkawa) hampir satu kilometer. Artinya, beliau sangat diterima oleh kalangan yang luas," imbuhnya.
Menurut dia, ajaran mengenai demokrasi dan humanisme menjadi hal yang selalu dia ingat. "Kita berinteraksi dalam humanisme dari demokrasi, jadi, nilai-nilai itu yang melekat dalam pemikiran saya. Beliau kan seorang maha guru sangat melekat dengan keilmuan," ujarnya.
Kendati demikian, Airlangga menyatakan ilmu yang disampaikan begitu menarik. Hal ini selalu menjadi menginspirasi para para siswa bahkan kepada koleganya.