LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Dewan Pers, Prof Azyumardi Azra, wafat di rumah sakit daerah Selangor Malaysia pada Ahad (18/9/2022). Almarhum Azyumardi Azra dikenal sebagai Profesor yang ahli sejarah, sosial, dan intelektual Islam.
Mulanya, beliau tidak terobsesi untuk menggeluti studi bidang keislaman, melainkan cenderung lebih tertarik untuk memerdalam pengetahuan di bidang umum. Namun atas desakan orang tuanya, Azyumardi masuk ke IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sehingga ia kini dikenal sebagai tokoh intelektual Islam Indonesia.
Azyumardi memulai jenjang pendidikan tingginya sebagai mahasiswa sarjana di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 1982. Ia dikenal sebagai sosok yang kritis dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Lalu pada 1998, Azyumardi yang saat itu berusia 43 tahun dilantik menjadi rektor IAIN Jakarta. Kemudian pada Mei 2002, ia mengubah IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Ia melakukan terobosan besar tersebut dengan tujuan menginginkan lulusan Universitas tersebut menjadi orang yang berpikiran rasional, modern, demokratis, dan toleran.
Baca Juga:Hal tersebut juga akhirnya terwujud, UIN Jakarta kini memiliki 12 fakultas bernuansa agama dan 12 bernuansa umum. Ia memiliki kontribusi besar dalam membangun hubungan baik antar agama di Indonesia ataupun tingkat internasional.
Cendikiawan muslim itu kini dikenang sebagai tokoh yang memodernisasi pendidikan Islam dengan pemikiran yang umum serta menawarkan konsep yang berbeda. Tujuannya tak lain mengubah cara pandang pendidikan Islam yang tidak hanya mengarah pada perkara akhirat, namun juga untuk mementingkan kehidupan dunia.
Ia juga sangat produktif dalam menulis karya terkait modernisasi pendidikan Islam. Berikut sederet karya almarhum tentang modernisasi pendidikan Islam:
1. Islam Reformis, terbit tahun 1999.
2. Menuju Masyarakat Madani, terbit tahun 1999.
3. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru, terbit tahun 1999.
4. Esai-esai Pendidikan Islam dan Cendekiawan Muslim,1999.
5. Renaisans Islam di Asia Tenggara – buku ini berhasil memenangkan penghargaan nasional sebagai buku terbaik untuk kategori ilmu-ilmu sosial dan humaniora pada tahun 1999, terbit tahun 1999.
6. Islam Substantif, terbit tahun 2000.
7. Historiografi Islam Kontemporer: Wacana, Aktualitas dan Aktor Sejarah (2002).
8. Paradigma Baru Pendidikan Nasional: Rekonstruksi dan Demokratisasi (2002).
9. Reposisi Hubungan Agama dan Negara (2002).
10. Konflik Baru Antar-Peradaban: Globalisasi, Radikalisme, dan Pluralitas.
11. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal (2002).
12. Surau: Pendidikan Islam Tradisional dalam Transisi dan Modernisasi (2003).
Baca Juga:(zhd)