Ekonomi Bukan Satu-satunya Indikator Keberhasilan Pembangunan
Mahmuda attar hussein
Kamis, 22 September 2022 - 12:30 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Foto: iStock).
Pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan nasional. Hal yang juga penting adalah tingkat kebahagiaan masyarakat di negara itu.
Cendekiawan muslim, Prof M Amin Abdullah mengatakan, peningkatan kualitas hidup manusia bisa dilihat dari keamanan dan kebahagiaan yang mengarah pada gross national happiness (GNH).
"GNH penting sebagai standar untuk menilai keberhasilan pembangunan dibanding dengan Gross National Product (GNP) yang hanya melihat faktor ekonomi semata," kata Prof Amin dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).
Menurut dia, GNH bertumpu pada empat pilar meliputi tata kelola yang baik (good government), pembangunan sosial-ekonomi berkesinambungan (sustainable social- economic development), ketahanan dan perlindungan budaya (cultural preservation) dan ketahanan dan pemeliharaan lingkungan (environmental conservation).
Baca Juga: Cara Umar bin Khattab Atur Perekonomian untuk Kepentingan Umat
Menurutnya, keempat pilar ini sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi akademisi muslim Indonesia. Melalui keempat pilar ini terbuka ruang dialog sekaligus menginterpretasikan kembali konsep-konsep dalam ajaran Islam.
"Termasuk merumuskan maqashid al syari'ah sesuai dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Cendekiawan muslim, Prof M Amin Abdullah mengatakan, peningkatan kualitas hidup manusia bisa dilihat dari keamanan dan kebahagiaan yang mengarah pada gross national happiness (GNH).
"GNH penting sebagai standar untuk menilai keberhasilan pembangunan dibanding dengan Gross National Product (GNP) yang hanya melihat faktor ekonomi semata," kata Prof Amin dalam keterangannya, Kamis (22/9/2022).
Menurut dia, GNH bertumpu pada empat pilar meliputi tata kelola yang baik (good government), pembangunan sosial-ekonomi berkesinambungan (sustainable social- economic development), ketahanan dan perlindungan budaya (cultural preservation) dan ketahanan dan pemeliharaan lingkungan (environmental conservation).
Baca Juga: Cara Umar bin Khattab Atur Perekonomian untuk Kepentingan Umat
Menurutnya, keempat pilar ini sebenarnya bukanlah hal yang asing bagi akademisi muslim Indonesia. Melalui keempat pilar ini terbuka ruang dialog sekaligus menginterpretasikan kembali konsep-konsep dalam ajaran Islam.
"Termasuk merumuskan maqashid al syari'ah sesuai dengan perkembangan dan tuntutan kebutuhan masyarakat," ujarnya.