Keberadaan Taman Ismail Marzuki Diharapkan Mampu Tingkatkan Level Kesenian
Fajar adhitya
Ahad, 25 September 2022 - 19:35 WIB
Anies Baswedan melihat patung Ismail Marzuki dalam peresmian Taman Ismail Marzuki di Jakarta, Jumat (23/9/2022). (foto: istimewa)
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) telah rampung dan kembali dibuka untuk umum. Peresmian TIM baru ditandai dengan pagelaran perdana seni teatrikal yang berlangsung di Gedung Graha Bhakti Budaya, Jumat (23/9/2022).
Dalam acara tersebut, Gubernur DKI Anies Baswedan turut menyumbangkan pertunjukan yang menghibur penonton dengan membacakan Puisi karya sang maestro, WS. Rendra dengan judul Rakyat Adalah Sumber Kedaulatan.
Aksi pembacaan puisi ini mengundang tepuk tangan dari penonton karena Gubernur Anies membacakan puisi tersebut dengan khidmat.
Baca juga:DJK Nilai Hadirnya Kineforum Lebih dari Ruang Putar Alternatif
Gubernur Anies mengatakan, revitalisasi dilakukan untuk peningkatan kualitas fasilitas dari berbagai macam sisi, seperti elemen ruang, furnitur, efektivitas ruang, ergonomi, fasilitas penyandang difabel, hingga pemenuhan kebutuhan pengguna yang perlu diperhatikan dan diselaraskan dengan kebutuhan pertunjukan masa sekarang.
"Hal ini untuk meningkatkan posisi Jakarta, posisi Indonesia bukan sekadar menjadi pemain samping tapi menjadi pemain dominan di dalam gelanggang seni budaya internasional," ujar Anies.
Dalam acara tersebut, Gubernur DKI Anies Baswedan turut menyumbangkan pertunjukan yang menghibur penonton dengan membacakan Puisi karya sang maestro, WS. Rendra dengan judul Rakyat Adalah Sumber Kedaulatan.
Aksi pembacaan puisi ini mengundang tepuk tangan dari penonton karena Gubernur Anies membacakan puisi tersebut dengan khidmat.
Baca juga:DJK Nilai Hadirnya Kineforum Lebih dari Ruang Putar Alternatif
Gubernur Anies mengatakan, revitalisasi dilakukan untuk peningkatan kualitas fasilitas dari berbagai macam sisi, seperti elemen ruang, furnitur, efektivitas ruang, ergonomi, fasilitas penyandang difabel, hingga pemenuhan kebutuhan pengguna yang perlu diperhatikan dan diselaraskan dengan kebutuhan pertunjukan masa sekarang.
"Hal ini untuk meningkatkan posisi Jakarta, posisi Indonesia bukan sekadar menjadi pemain samping tapi menjadi pemain dominan di dalam gelanggang seni budaya internasional," ujar Anies.