Asal-usul Toga Wisuda, Digagas Umat Islam Lalu Digunakan di Seluruh Dunia
Muhajirin
Senin, 26 September 2022 - 08:45 WIB
Toga Wisuda atau pakaian akademik di perguruan tinggi di seluruh dunia ditemukan oleh umat Islam (foto: bayt al-fann)
Asal-usul pakaian akademik bernama toga saat upacara kelulusan atau wisuda mahasiswa di seluruh dunia ternyata digagas pertama kali oleh umat Islam. Itu tidak terlepas dari sejarah Universitas Al-Qarawiyyin yang menjadi kampus pertama berdiri di dunia. Universitas itu didirikan di Fez, Maroko pada 859 M.
Al-Qarawiyyin yang berawal dari masjid juga disebut sebagai perpustakaan tertua dan masih beroperasi sampai sekarang. Pada awalnya, Al-Qarawiyyin hanya fokus mengajarkan studi Islam, tapi di kemudian hari memperluas kurikulum ke ilmu matematika, kedokteran, astronomi, geografi, filsafat, dan tata bahasa.
Mengutip bayt al-fann, ada banyak tokoh terkenal yang merupakan lulusan kampus ini. Di antaranya Ibnu Rusyd (Averreos), Hassan al-Wazzan (Leo Africanus), filsuf Yahudi Moses bin Maimon (Maimonides), orientalis Belanda Jacob van Gool dan Gerbert de Aurillac (Paus 999-1003 yang memperkenalkan angka Arab ke Eropa).
Baca Juga: 5 Penemuan Islam yang Diklaim Barat ketika Belum Ada HaKI
Praktek-praktek yang didirikan di Universitas Al-Qarawiyyin masih digunakan sampai sekarang. Ini memiliki salah satu perpustakaan tertua dengan koleksi 4.000 buku & manuskrip kuno yang ditulis oleh para sarjana terkenal, termasuk manuskrip tentang yurisprudensi Islam yang ditulis oleh Ibnu Rusyd.
Sejak saat itu, universitas dan perpustakaan di seluruh dunia muslim berkembang. Seperti Universitas Al-Azhar yang didirikan pada 970 M dan disebut sebagai kampus pemberi gelar pertama di dunia. Mahasiswa dari penjuru dunia, termasuk Eropa, bahkan ke wilayah administratif kekhalifahan untuk menuntut ilmu.
Al-Qarawiyyin yang berawal dari masjid juga disebut sebagai perpustakaan tertua dan masih beroperasi sampai sekarang. Pada awalnya, Al-Qarawiyyin hanya fokus mengajarkan studi Islam, tapi di kemudian hari memperluas kurikulum ke ilmu matematika, kedokteran, astronomi, geografi, filsafat, dan tata bahasa.
Mengutip bayt al-fann, ada banyak tokoh terkenal yang merupakan lulusan kampus ini. Di antaranya Ibnu Rusyd (Averreos), Hassan al-Wazzan (Leo Africanus), filsuf Yahudi Moses bin Maimon (Maimonides), orientalis Belanda Jacob van Gool dan Gerbert de Aurillac (Paus 999-1003 yang memperkenalkan angka Arab ke Eropa).
Baca Juga: 5 Penemuan Islam yang Diklaim Barat ketika Belum Ada HaKI
Praktek-praktek yang didirikan di Universitas Al-Qarawiyyin masih digunakan sampai sekarang. Ini memiliki salah satu perpustakaan tertua dengan koleksi 4.000 buku & manuskrip kuno yang ditulis oleh para sarjana terkenal, termasuk manuskrip tentang yurisprudensi Islam yang ditulis oleh Ibnu Rusyd.
Sejak saat itu, universitas dan perpustakaan di seluruh dunia muslim berkembang. Seperti Universitas Al-Azhar yang didirikan pada 970 M dan disebut sebagai kampus pemberi gelar pertama di dunia. Mahasiswa dari penjuru dunia, termasuk Eropa, bahkan ke wilayah administratif kekhalifahan untuk menuntut ilmu.