Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah, Kemenperin Gelar IHYA 2022
Redaksi
Sabtu, 01 Oktober 2022 - 10:32 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto: Istimewa.
Dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi syariah, khususnya industri halal, Kementerian Perindustrian menggelar Indonesia Halal Industry Award (IHYA) 2022.
"Harapannya, IHYA dapat menjadi brand untuk kemajuan sektor industri halal Indonesia, sekaligus menjadi representasi Visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis dikutip Langit7.id, Sabtu (10/1/2022).
Di samping itu, kata Agus Gumiwang, Kemenperin berharap agar IHYA dapat mendorong pelaku industri halal untuk meningkatkan kontribusi bagi kemajuan industri halal nasional.
Baca juga: KADIN: Ormas Islam Bisa Jadi Sentra Pengembangan Industri Halal Tanah Air
Pasalnya, Indonesia merupakan rumah bagi umat muslim terbesar di dunia dengan populasi sebesar 229,6 juta pada tahun 2020.
Pengeluaran umat muslim Indonesia untuk produk dan layanan halal sebesar USD184 miliar pada tahun 2020 dan diproyeksikan meningkat sebesar 14,96% pada tahun 2025 atau mencapai USD281,6 miliar.
“Dengan potensi pasar yang sangat besar tersebut, negara-negara lain menjadikan Indonesia sebagai target utama pasar produk halal mereka. Sehingga sekarang saatnya pelaku industri halal nasional untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global, tidak lagi sekadar menjadi target pasar produk halal,” tegas Menperin.
"Harapannya, IHYA dapat menjadi brand untuk kemajuan sektor industri halal Indonesia, sekaligus menjadi representasi Visi Indonesia sebagai pusat produsen halal terkemuka di dunia,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis dikutip Langit7.id, Sabtu (10/1/2022).
Di samping itu, kata Agus Gumiwang, Kemenperin berharap agar IHYA dapat mendorong pelaku industri halal untuk meningkatkan kontribusi bagi kemajuan industri halal nasional.
Baca juga: KADIN: Ormas Islam Bisa Jadi Sentra Pengembangan Industri Halal Tanah Air
Pasalnya, Indonesia merupakan rumah bagi umat muslim terbesar di dunia dengan populasi sebesar 229,6 juta pada tahun 2020.
Pengeluaran umat muslim Indonesia untuk produk dan layanan halal sebesar USD184 miliar pada tahun 2020 dan diproyeksikan meningkat sebesar 14,96% pada tahun 2025 atau mencapai USD281,6 miliar.
“Dengan potensi pasar yang sangat besar tersebut, negara-negara lain menjadikan Indonesia sebagai target utama pasar produk halal mereka. Sehingga sekarang saatnya pelaku industri halal nasional untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global, tidak lagi sekadar menjadi target pasar produk halal,” tegas Menperin.