LANGIT7.ID, Bandung - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Arsjad Rasjid, menilai ormas Islam bisa menjadi sentra pengembangan industri halal di Tanah Air.
Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Itu merupakan potensi besar untuk menjadi produsen halal di dunia. Maka itu, Indonesia bisa mengoptimalisasi potensi ekonomi syariah dan industri halal untuk penguatan ekonomi nasional.
Potensi halal Indonesia sangat besar. Potensi sektor riil industri halal mencapai Rp4.100 triliun, konsumsi produk halal Indonesia mencapai USD 180 M. Lalu Indonesia di urutan ke-9 sebagai negara terbesar eksportir produk halal dunia atau ke-2 di antara negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca Juga: KADIN: Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh tapi Harus Waspada 3 Sumber Krisis
Ormas Islam bisa mengambil bagian penting dalam pengembangan ekonomi syariah ini. Dia mencontohkan Persatuan Islam (Persis) yang saat ini menjadi salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia.
“Persis merupakan salah satu ormas terbesar di Indonesia, selain memiliki cabang yang tersebar di Tanah Air, Persis juga memiliki lembaga pendidikan, pesantren sekitar 230 pesantren,” kata Arsjad dalam Muktamar ke-16 Persis di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022).
Dengan ragam potensi tersebut, Persis memiliki potensi yang luar biasa besar dalam memberikan kontribusi riil sebagai penggerak ekonomi nasional berbasis syariah.
Arsjad mencontohkan tiga hal yang bisa dilakukan oleh Persis. Pertama, Persis bisa menggerakkan ekonomi syariah digital di daerah. Ini bisa dilakukan dengan menghidupkan Badan Muamalat dan memanfaatkan potensi zakat, infak, sedekah dan wakaf.
“Itu kemudian bersinergi dengan lembaga keuangan syariah seperti BSI atau aplikasi keuangan syariah,” ujar Arsjad.
Kedua, menggerakkan ekonomi pesantren. Hingga saat ini ada sekitar 230 pesantren di Indonesia yang digerakkan Persis. Pusat-pusat komunitas muslim tersebut dapat menjadi penggerak utama dalam ekosistem rantai nilai halal.
Baca Juga: Ketum Persis: Ulama dan Ormas Islam Harus Bela Kepentingan Umat agar Tak Ditinggalkan
“Berapa banyak lembaga pendidikan, musholla dan masjid, yang didirikan oleh Persis di seluruh Tanah Air yang dapat dikembangkan menjadi sentral pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ucapnya.
Ketiga, pemberdayaan santri menjadi
entrepreneur dan
technopreneur. Setelah lulus, para santri diharapkan akan menjadi ahli agama sekaligus pengusaha ataupun wirausaha.
Pemberdayaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya melalui program inkubasi usaha, pendampingan pesantren yang inklusif dengan pemerintah, kadin, serta organisasi lain, sehingga anak muda terbekali dengan network, ilmu serta kesempatan untuk berkembang maksimal,” ujar Arsjad.
(jqf)