home edukasi & pesantren

Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Terus Bertambah, Umat Islam Bisa Lakukan Hal Ini

Senin, 03 Oktober 2022 - 06:15 WIB
Keluarga korban tragedi kanjuruhan mencari keluarganya yang meninggal dunia (foto: istimewa)
Korban jiwa pascapertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) terus bertambah. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa, mengungkapkan, korban meninggal dalam peristiwa yang disebut tragedi Kanjuruhan itu bertambah sebanyak 174 jiwa per Ahad (2/10/2022).

“Sementara itu, korban yang mengalami luka berat ada 11 jiwa dan luka ringan yaitu 298 jiwa,”kata Budi.Lalu, bagaimana sikap seorang muslim jika melihat banyak orang meninggal dunia?

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Maarif alias Buya Yahya, mengatakan, ketika ada orang yang meninggal pasti meninggal rasa sedih bagi keluarga yang ditinggalkan. Maka itu, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa-doa yang baik.

Baca Juga:Muhammadiyah Sesalkan Penggunaan Gas Air Mata Tangani Kerusuhan di Kanjuruhan

“Di saat ada musibah salah satu keluarga kita yang meninggal, Allah telah menyiapkan malaikat yang mengamini. Maka perbanyaklah doa-doa yang baik,” kata Buya Yahya di Al Bahjah TV, dikutip Senin (3/10/2022).

Saat ada orang meninggal, malaikat hadir untuk menghadiri mengamini doa orang-orang yang ada di sekitar. Maka itu, sangat tidak dianjurkan berdoa yang buruk atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam.

“Jangan mengutuk, makanya dilarang mencabik-cabik, memukul-memukul muka menandakan kalau dia tidak terima dengan apa yang Allah perlukan untuk dia. Kemudian dia merobek baju, menjerit-jerit dan sebagainya, tangis yang dibuat-buat, itu tidak diperkenankan,” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
buya yahya bacaan doa tragedi kanjuruhan stadion kanjuruhan meninggal dunia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya