LANGIT7.ID, Jakarta - Korban jiwa pascapertandingan Arema FC vs Persebaya di
Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) terus bertambah. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Budi Santosa, mengungkapkan, korban meninggal dalam peristiwa yang disebut tragedi Kanjuruhan itu bertambah sebanyak 174 jiwa per Ahad (2/10/2022).
“Sementara itu, korban yang mengalami luka berat ada 11 jiwa dan luka ringan yaitu 298 jiwa,”kata Budi. Lalu, bagaimana sikap seorang muslim jika melihat banyak orang meninggal dunia?
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Maarif alias Buya Yahya, mengatakan, ketika ada orang yang meninggal pasti meninggal rasa sedih bagi keluarga yang ditinggalkan. Maka itu, seorang muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa-doa yang baik.
Baca Juga: Muhammadiyah Sesalkan Penggunaan Gas Air Mata Tangani Kerusuhan di Kanjuruhan
“Di saat ada musibah salah satu keluarga kita yang meninggal, Allah telah menyiapkan malaikat yang mengamini. Maka perbanyaklah doa-doa yang baik,” kata Buya Yahya di Al Bahjah TV, dikutip Senin (3/10/2022).
Saat ada orang meninggal, malaikat hadir untuk menghadiri mengamini doa orang-orang yang ada di sekitar. Maka itu, sangat tidak dianjurkan berdoa yang buruk atau melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syariat Islam.
“Jangan mengutuk, makanya dilarang mencabik-cabik, memukul-memukul muka menandakan kalau dia tidak terima dengan apa yang Allah perlukan untuk dia. Kemudian dia merobek baju, menjerit-jerit dan sebagainya, tangis yang dibuat-buat, itu tidak diperkenankan,” ujarnya.
Atas dasar itu, Buya Yahya menganjurkan untuk melantunkan doa-doa terbaik. Baik yang diajarkan dalam teks Al-Qur’an dan hadits. Itu agar diamini oleh para malaikat, sehingga mendatangkan kebaikan bagi sang mayit.
Baca Juga: Nomor Layanan Informasi Pencarian Korban Kerusuhan di Kanjuruhan
“Jadi, kalau kamu menyaksikan salah satu keluargamu meninggal, awas, jangan ngomong jelek, ngomong yang baik sebab malaikat itu mengamini apa yang kalian ucapkan,” ujar Buya Yahya.
Jika seseorang mengucapkan kata-kata jelek atau doa buruk, maka itu berpotensi terjadi. Tentu berdampak buruk bagi mayit. Sebaliknya, jika mengucapkan kata-kata baik, maka kebaikan pula yang datang kepada mayit.
Hal ini berlaku bagi orang yang berada di hadapan mayit atau oleh orang-orang yang sedang berduka. Banyak doa yang diajarkan oleh Rasulullah. Doa-doa itu bisa diamalkan, bisa pula doa-doa baik dengan bahasa sendiri.
“Ini adalah doa yang hendaknya berada di hadapan mayit atau apa yang hendaknya dikatakan oleh orang yang lagi berduka, ada yang meninggal di rumahnya. Inilah pendidikan dari baginda Nabi SAW,’ ungkap Buya Yahya.
Baca Juga: Haedar Nasir Sebut Satu Nyawa Sangat Berharga dan Harus Dijaga
Berikut doa yang bisa dibacakan untuk kebaikan orang yang telah meninggal:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ
Allahummaghfirla-hu warham-hu wa 'aafi-hi wa'fu 'an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi' madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a'idz-hu min 'adzabil qobri wa 'adzabin naar.
"Ya Allah, ampunilah ia, kasihilah ia, berilah ia kekuatan, maafkanlah ia, dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan ia dengan air salju dan air es. Bersihkan ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah ganti rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah ganti keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan ia ke surga, jagalah ia dari siksa kubur dan neraka." (HR. Muslim).
Baca Juga: Jokowi Desak Kapolri Investigasi Tragedi Kanjuruhan
Mengingat ada banyak korban jiwa yang meninggal dalam tragedi kanjuruhan, redaksi kata “hu” yang ditujukan untuk satu orang bisa diganti “hum” yang bermakna bahwa doa ditujukan untuk banyak orang.
(jqf)