home sports

Membandingkan Sanksi PSSI ke Arema dan Kerusuhan Serupa di Mesir

Selasa, 04 Oktober 2022 - 17:45 WIB
Stadion Kanjuruhan, Malang usai terjadinya bentrok suporter Arema FC dan pihak keamanan (foto: Antara)
PSSI memberikan sanksi kepada Arema FC tidak boleh menggelar pertandingan di kandang hingga akhir musim. Bahkan pertandingannya harus digelar minimal di stadion dengan jarak 250 kilometer. Ini merupakan keputusan hasil investigasi PSSI.

Derbi super Jawa Timur Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) berakhir 2-3. Pertandingan berakhir kerusuhan sehingga menewaskan 125 orang yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan.

“Dari hasil sidang kami kepada klub Arema FC dan panitia pelaksana (badan pelaksana) keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan laga dengan penonton sebagai host tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang. Jaraknya 250 kilometer,” kata Ketua Komisi Disiplin PSSI, Erwin Tobing, Selasa (4/10/2022).

Baca juga:3 Sanksi PSSI untuk Arema FC, Tak Boleh Main di Kandang hingga Denda Rp250 Juta

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana pada mulanya merasa sanksi tersebut sudah terlalu berat. Alasan utamanya adalah roda perekonomian klub dan sponsor.

Selain itu, tiadanya pemain ke-12 di tribune stadion bisa turut mempengaruhi semangat juang di lapangan. Namun, pada akhirnya, Gilang menyatakan bahwa Arema FC siap menerima sanksi apapun.

"Saya tidak ada maksud uang, saya selama memimpin Arema, tidak ada satu pun uang yang masuk ke rekening saya. Semua saya lakukan demi Arema, kebanggaan saya, tulus pengabdian saya, tidak ada uang yang masuk. Dan juga tidak ada lagi nyawa yang menghilang dalam sepak bola. Nyawa lebih berharga dari sepak bola," katanya dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pssi sanksi arema fc sepak bola tragedi kanjuruhan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya