Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sports detail berita

Membandingkan Sanksi PSSI ke Arema dan Kerusuhan Serupa di Mesir

fajar adhitya Selasa, 04 Oktober 2022 - 17:45 WIB
Membandingkan Sanksi PSSI ke Arema dan Kerusuhan Serupa di Mesir
Stadion Kanjuruhan, Malang usai terjadinya bentrok suporter Arema FC dan pihak keamanan (foto: Antara)
LANGIT7.ID, Jakarta - PSSI memberikan sanksi kepada Arema FC tidak boleh menggelar pertandingan di kandang hingga akhir musim. Bahkan pertandingannya harus digelar minimal di stadion dengan jarak 250 kilometer. Ini merupakan keputusan hasil investigasi PSSI.

Derbi super Jawa Timur Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) berakhir 2-3. Pertandingan berakhir kerusuhan sehingga menewaskan 125 orang yang dikenal dengan tragedi Kanjuruhan.

“Dari hasil sidang kami kepada klub Arema FC dan panitia pelaksana (badan pelaksana) keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan laga dengan penonton sebagai host tuan rumah dan harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang. Jaraknya 250 kilometer,” kata Ketua Komisi Disiplin PSSI, Erwin Tobing, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: 3 Sanksi PSSI untuk Arema FC, Tak Boleh Main di Kandang hingga Denda Rp250 Juta

Presiden Arema FC, Gilang Widya Pramana pada mulanya merasa sanksi tersebut sudah terlalu berat. Alasan utamanya adalah roda perekonomian klub dan sponsor.

Selain itu, tiadanya pemain ke-12 di tribune stadion bisa turut mempengaruhi semangat juang di lapangan. Namun, pada akhirnya, Gilang menyatakan bahwa Arema FC siap menerima sanksi apapun.

"Saya tidak ada maksud uang, saya selama memimpin Arema, tidak ada satu pun uang yang masuk ke rekening saya. Semua saya lakukan demi Arema, kebanggaan saya, tulus pengabdian saya, tidak ada uang yang masuk. Dan juga tidak ada lagi nyawa yang menghilang dalam sepak bola. Nyawa lebih berharga dari sepak bola," katanya dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022).

Menyusul tragedi di Kanjuruhan, PSSI juga menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 selama dua pekan. PSSI dan pemerintah yang membentuk Tim Independen Pencari Fakta juga melakukan investigasi.

Berkaca dengan tragedi serupa di dunia sepak bola internasional, sanksi yang diterima Arema FC serta penundaan kompetisi oleh PSSI terbilang ringan.

Mesir pernah menghentikan liga selama bertahun-tahun hingga tanpa batas waktu akibat kerusuhan di stadion.

Dilansir BBC Liga Utama Mesir sempat ditangguhkan dan klub di hukum 2 tahun tidak boleh mengikuti kompetisi setelah pada Februari 2012, sebanyak 74 orang tewas dalam kerusuhan di sebuah pertandingan di Port Said.

Kerusuhan 2012 terjadi saat pertandingan liga utama Al-Masry menjamu Al Ahly pada 1 Februari yang dikenal sebagai Kerusuhan Port Said.

Sekitar 1.000 orang juga terluka setelah ribuan suporter Al-Masry menyerbu lapangan, menyusul kemenangan 3-1 oleh Al-Masry.

Pendukung Al-Masry menyerang pendukung Al-Ahly, dan juga para pemain, menggunakan pisau, pedang, botol, dan petasan sebagai senjata. Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) menghukum klub Al-Masry selama dua tahun dialrang ikut kompetisi dan menutup stadion yang digunakan klub tersebut selama tiga tahun.

Baca juga: Cak Nun Minta TGIPF Bekerja Objektif dan Independen Tanpa Intervensi Polri

Setelah tragedi Port Said, kerusuhan kembali terjadi pada awal Februari 2015, otoritas berwenang Mesir menangguhkan pertandingan Liga Primer Mesir tanpa batas waktu. Bentrokan pendukung dengan kepolisian berujung tewasnya 22 orang di Stadion Kairo.

Kerusuhan pecah setelah aparat kepolisian menembakkan gas air mata ke arah pendukung Zamalek FC yang berusaha merangsek masuk saat laga derbi melawan ENPPI. Para penggemar menyalahkan polisi karena memaksa mereka melewati lorong sempit yang dipagari.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)