LANGIT7.ID, Jakarta - Budayawan Emha Ainun Nadjib alias
Cak Nun, mengutarakan kesedihan yang mendalam atas
tragedi maut di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 125 korban jiwa. Dia juga meminta
Tim Gabungan Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk Menkopolhukam,
Mahfud MD bekerja dengan objektif dan independen.
"Satu orang mati itu, sama dengan semua orang meninggal dunia. Polri itu sekarang harus merintis budaya mawas diri," kata
Cak Nun di kanal Youtube-nya, Selasa (4/10/2022).
Cak Nun juga meminta
TGIPF yang dibentuk pemerintah mengusut tuntas kasus tersebut secara objektif dan independen tanpa ada intervensi dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Baca Juga: Mahfud MD Pimpin Tim Pencari Fakta Tragedi Kanjuruhan, Minta Polri Segera Ungkap Tersangka
"Kalau bisa Pak Mahfud meyakinkan itu tim independen, objektif, bukan tim Polri. Sebab, kalau tim Polri masih rawan tuduhan. Lho, mosok Polri itu punya kemungkinan salah (dalam kasus Kanjuruhan), masak dia yang memimpin penyelidikan. Itu kan tidak baik untuk preseden hukum nasional," kata Cak Nun.
Tim Medis Harus Dilibatkan dalam PenyelidikanCak Nun juga menyoroti kematian para korban. Dia meminta pemerintah melibatkan tim medis atau kedokteran untuk menyelidiki kasus itu. Ini karena kematian ratusan suporter itu bukan karena tawuran antar suporter Aremania dan Bonek.
"Itu meninggalnya harus diselidiki oleh kedokteran. Ini matinya sekian karena ini, sekian karena ini. Ada yang matinya karena terinjak-injak berarti efek dari chaos, ada yang mati karena gas," ucap Cak Nun.
Baca Juga: Tragedi Kanjuruhan: 33 Anak Meninggal Dunia, Paling Muda 4 Tahun
Penggunaan Gas Air Mata Harus DievaluasiCak Nun juga meminta aparat kepolisian mengevaluasi penggunaan gas air mata dalam melerai kerumunan massa. Menurut dia, gas air mata untuk kebutuhan perang dan terorisme, bukan untuk suporter sepak bola.
"Gas air mata digunakan di mana,itu kan pasti ada aturan mainnya itu. Jangan sampai suporter sepak bola disamakan dengan teroris. Jangan sampai menyelamatkan orang lain dengan cara membunuh salah satu," ucap Cak Nun.
(jqf)