58 Persen Orang Indonesia Belum Bisa Baca Al-Qur'an, Ini Tanggapan Ustaz Fadlan
Andi Muhammad
Rabu, 05 Oktober 2022 - 16:05 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Sebanyak 58 persen orang Indonesia masih belum bisa membaca Al-Qur'an.Hal ini disampaikan oleh Cinta Quran Foundation di acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertajuk The Last Messenger di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2022).
Menanggapi hal tersebut, pendakwah Ustaz Fadlan Gramata mengatakan, hadirnya Cinta Quran Foundation menjadi wadah baru bagi mereka yang belum bisa membaca Al-Qur'an.
Baca juga:Masjid Sunda Kelapa Gelar Kajian Islam Bertema The Last Messenger
"Saya harap umat Indonesia bisa bangkit dengan Al-Qur'an, bahkan Al-Qur'an menjadi peradaban dulu, kini, dan masa yang akan datang, serta perdaban dunia akhirat," kata Ustaz Fadlan kepada LANGIT7, Rabu (5/10/2022).
Ustaz Fadlan mengungkap bahwa Al-Qur'an yang merupakan pendoman hidup umat Islam sangat cocok kepada seluruh kalangab kaum mukmin tanpa terkecuali.
"Al-Qur'an itu kitab suci yang sangat cocok untuk semua kalangan, baik yang anak-anak remaja, milenial, atau orang tua, karena Al-Qur'an tidak memilih dari mana datangnya, siapa orangnya, berapa usianya. Karena bersama Al-Qur'an mereka nyaman dalam hidup," ucap dia.
Baca Juga:Masjid Agung Sunda Kelapa: Jejak Penyebaran Islam Melalui Saudagar
Menanggapi hal tersebut, pendakwah Ustaz Fadlan Gramata mengatakan, hadirnya Cinta Quran Foundation menjadi wadah baru bagi mereka yang belum bisa membaca Al-Qur'an.
Baca juga:Masjid Sunda Kelapa Gelar Kajian Islam Bertema The Last Messenger
"Saya harap umat Indonesia bisa bangkit dengan Al-Qur'an, bahkan Al-Qur'an menjadi peradaban dulu, kini, dan masa yang akan datang, serta perdaban dunia akhirat," kata Ustaz Fadlan kepada LANGIT7, Rabu (5/10/2022).
Ustaz Fadlan mengungkap bahwa Al-Qur'an yang merupakan pendoman hidup umat Islam sangat cocok kepada seluruh kalangab kaum mukmin tanpa terkecuali.
"Al-Qur'an itu kitab suci yang sangat cocok untuk semua kalangan, baik yang anak-anak remaja, milenial, atau orang tua, karena Al-Qur'an tidak memilih dari mana datangnya, siapa orangnya, berapa usianya. Karena bersama Al-Qur'an mereka nyaman dalam hidup," ucap dia.
Baca Juga:Masjid Agung Sunda Kelapa: Jejak Penyebaran Islam Melalui Saudagar