LANGIT7.ID, Jakarta -
Cinta Quran Foundation menggelar kajian maulid Nabi Muhammad SAW yang bertajuk The Last Messenger. Acara pengajian ini dihadiri sejumlah ulama besar pada Rabu 5 Oktober 2022.
Event tersebut merupakan sinergi antara Cinta Qurann Foundation dengan Forum
Komunitas Majelis Taklim (FKMT) se-Provinsi DKI Jakarta, dalam rangka pembebasan buta huruf Al-Qur'an.
Sejumlah ulama yang hadir antara lain, Ustadz Fatih Karim, Ustadz Fadlan Garamatan, dan Ustadz Asep Supriatna. Kajian berlangsung pukul 07.00-11.30 WIB.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500-an jamaah. Mereka memadati Masjid Agung Sunda Kelapa. Bukan sekadar pengajian biasa, acara ini juga untuk memperingati
Maulid Nabi SAW.
Baca Juga: Masjid Agung Sunda Kelapa: Jejak Penyebaran Islam Melalui SaudagarDeklarasi program Gerakan Jakarta Cinta Quran sebagai upaya pengentasan buta huruf Al-Quran ditanda tangani oleh Ketua Umum Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Jakarta Pusat, Nur'aini.
Kemudian perwalikan Wali Kota Jakarta Pusat dan Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Ustaz Fatih Karim. Cinta Quran Foundation menggagas perhelatan ini dengan tujuan mengentaskan buta aksara Al-Quran di Indonesia.
Cinta Quran Foundation sendiri merupakan sebuah lembaga sosial dakwah yang berfokus pada perjuangan dan dakwah Al-Quran, melalui gerakan Indonesia Cinta Quran.
Menurut Ustadz Fadlan, Al Quran merupakan kitab suci yang cocok untuk semua kalangan tidak habis dimakan zaman.
"Al-Quran itu kitab suci yang sangat cocok untuk semua kalangan, baik yang anak-anak remaja, milenial, atau orang tua, karena Al-Quran tidak memilih dari mana datangnya, siapa orangnya, berapa usianya. Karena bersama Al-Quran mereka nyaman dalam hidup," kata pendakwah kondang, Ustaz Fadlan Gramata kepada LANGIT7, Rabu (5/10/2022).
(bal)