Prospek Bisnis komoditas Kopi di Kabupaten Pasuruan Semakin Menjanjikan
Hasanah syakim
Rabu, 05 Oktober 2022 - 19:03 WIB
ilustrasi petani kopi sedang memilah biji kopi (foto: istimewa)
Komoditas kopi di wilayah Pasuruan semakin menjanjikan. Pasalnya, tingkat permintaan kopi ke luar daerah dinilai kian meningkat, mulai dari nasional hingga mancanegara.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri mengatakan, produk kopi dari para petani di 8 sentra penghasil tanaman kopi juga tembus pasar nasional seperti Jakarta, Bandung, Malang, Kalimantan, dan masih banyak lagi.
Produk kopi dari Kelompok Tani Candi Mulyo d Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari menjadi salah satu favorit pangsa pasar Malaysia, Hongkong, Singapura hingga Amerika Serikat.
Baca juga:Peternak asal Gunung Kidul Sukses Ternak Ayam Kampung
"Pesanan kopi arabika sebanyak 200 kilogram per bulan dikirim ke Malaysia. Mulai Juni 2021 hingga September kemarin, ada customer dari Amerika yang survei ke lokasi untuk penjajakan dan kerja sama," kata Lilik Widji Asri dalam laman resmi Pemkab Pasuruan dikutip Rabu (5/10/2022).
Menurutnya, permintaan yang tinggi dan meningkatnya prospek bisnis kopi juga bisa dilihat semakin banyaknya kafe yang menghadirkan kapiten (kopi asli kabupaten). Baik di semua wilayah penghasil kopi maupun di pusat-pusat keramaian.
"Kafe Kapiten sudah banyak menjamur di setiap kecamatan. Bahkan setiap kelompok tani kopi juga membuka kafe dengan harga kopi yang worth it dengan rasanya," ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri mengatakan, produk kopi dari para petani di 8 sentra penghasil tanaman kopi juga tembus pasar nasional seperti Jakarta, Bandung, Malang, Kalimantan, dan masih banyak lagi.
Produk kopi dari Kelompok Tani Candi Mulyo d Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari menjadi salah satu favorit pangsa pasar Malaysia, Hongkong, Singapura hingga Amerika Serikat.
Baca juga:Peternak asal Gunung Kidul Sukses Ternak Ayam Kampung
"Pesanan kopi arabika sebanyak 200 kilogram per bulan dikirim ke Malaysia. Mulai Juni 2021 hingga September kemarin, ada customer dari Amerika yang survei ke lokasi untuk penjajakan dan kerja sama," kata Lilik Widji Asri dalam laman resmi Pemkab Pasuruan dikutip Rabu (5/10/2022).
Menurutnya, permintaan yang tinggi dan meningkatnya prospek bisnis kopi juga bisa dilihat semakin banyaknya kafe yang menghadirkan kapiten (kopi asli kabupaten). Baik di semua wilayah penghasil kopi maupun di pusat-pusat keramaian.
"Kafe Kapiten sudah banyak menjamur di setiap kecamatan. Bahkan setiap kelompok tani kopi juga membuka kafe dengan harga kopi yang worth it dengan rasanya," ujarnya.