R20 Jadi Bagian G20 agar Agama Tak Dipinggirkan dari Percaturan Global
Muhajirin
Rabu, 05 Oktober 2022 - 20:31 WIB
Konferensi Pers R20 di Jakarta, Rabu (7/9/2022) (foto: langit7.id/istock)
Forum Religion of Twenty (R20) merupakan forum pertemuan tokoh-tokoh agama dunia. Forum ini diinisiasi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan diketuai secara bersama dengan Sekjen Liga Muslim Dunia, Dr. Mohammad Al-Issa dari Arab Saudi.
R20 diinisiasi PBNU untuk menegaskan bahwa agama memiliki peranan penting sebagai solusi atas berbagai macam problem dunia. Agama bukanlah hal pinggiran yang hanya menjadi legitimasi atau stempel saja. Lebih dari itu, agama juga memiliki pengaruh dalam dunia politik hingga ekonomi.
“Agama tidak hanya menjadi legitimasi bagi program-program pembangunan. Sudah saatnya agama tidak dipinggirkan atau sekadar jadi stempel, tetapi bagaimana agama, nilai-nilai keadilan, kemanusiaan bisa berperan ataupun memengaruhi kebijakan politik, ekonomi,” kata Gus Yahya di Istana Negara setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (22/9/2022).
Baca Juga: PBNU Gagas R20, Forum Pemimpin Agama Se-Dunia Cari Solusi Persoalan Kemanusiaan
Forum R20 ini akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 2-3 November 2022. Para peserta juga akan diajak untuk melihat secara langsung praktik hidup berdampingan secara damai di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 4-6 November 2022.
R20 secara resmi telah menjadi bagian dari forum G20 sebagai engagement group. Hal ini disambut baik Pemerintah Indonesia sebagai pemegang presidensi G20.
“Alhamdulillah Presiden sangat menyambut baik. Khusus untuk R20, Presiden sudah memastikan bahwa beliau akan hadir memberikan arahan dan membuka secara resmi forum R20,” tutur Gus Yahya.
R20 diinisiasi PBNU untuk menegaskan bahwa agama memiliki peranan penting sebagai solusi atas berbagai macam problem dunia. Agama bukanlah hal pinggiran yang hanya menjadi legitimasi atau stempel saja. Lebih dari itu, agama juga memiliki pengaruh dalam dunia politik hingga ekonomi.
“Agama tidak hanya menjadi legitimasi bagi program-program pembangunan. Sudah saatnya agama tidak dipinggirkan atau sekadar jadi stempel, tetapi bagaimana agama, nilai-nilai keadilan, kemanusiaan bisa berperan ataupun memengaruhi kebijakan politik, ekonomi,” kata Gus Yahya di Istana Negara setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (22/9/2022).
Baca Juga: PBNU Gagas R20, Forum Pemimpin Agama Se-Dunia Cari Solusi Persoalan Kemanusiaan
Forum R20 ini akan diselenggarakan di Nusa Dua, Bali pada 2-3 November 2022. Para peserta juga akan diajak untuk melihat secara langsung praktik hidup berdampingan secara damai di Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 4-6 November 2022.
R20 secara resmi telah menjadi bagian dari forum G20 sebagai engagement group. Hal ini disambut baik Pemerintah Indonesia sebagai pemegang presidensi G20.
“Alhamdulillah Presiden sangat menyambut baik. Khusus untuk R20, Presiden sudah memastikan bahwa beliau akan hadir memberikan arahan dan membuka secara resmi forum R20,” tutur Gus Yahya.