Wapres Ingin Ilmu Ekonomi Syariah Masuk Kurikulum Pesantren
Muhajirin
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 15:35 WIB
Wakil Presiden KH Maruf Amin (foto: Setwapres)
Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, menginginkan ilmu ekonomi dan keuangan syariah masuk ke kurikulum pondok pesantren. Dia menyampaikan itu saat membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-9 tahun 2022.
“Pesantren di seluruh pelosok negeri harus terus kita dorong untuk menggalakkan kegiatan dan pembelajaran di bidang ekonomi dan keuangan syariah di dalam kurikulumnya,” kata Kiai Ma’ruf dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Sabtu (8/10/2022).
KH Ma'ruf menilai pemberdayaan ekonomi syariah berbasis pesantren saat ini telah berjalan baik. Itu sudah berdampak pada kebangkitan perekonomian nasional.
Selain meningkatkan pasokan pangan dan komoditas nasional, ekonomi pesantren juga mampu menembus pasar ekspor. Maka itu, kata dia, penguatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bergerak mulai dari akar rumput hingga ke level pembuat kebijakan, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar.
Baca Juga:Wapres: Ekonomi Umat Islam Masih di Posisi Marjinal
KH Ma’ruf menambahkan, pelaku ekonomi syariah harus fokus mengoptimalkan seluruh modalitas dan kekuatan untuk bertahan dalam situasi ekonomi tak menentu.
“Kekuatan domestik yang perlu kita jaga antara lain adalah konsumsi dalam negeri dan UMKM yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi,” ujar Ma’ruf.
“Pesantren di seluruh pelosok negeri harus terus kita dorong untuk menggalakkan kegiatan dan pembelajaran di bidang ekonomi dan keuangan syariah di dalam kurikulumnya,” kata Kiai Ma’ruf dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Sabtu (8/10/2022).
KH Ma'ruf menilai pemberdayaan ekonomi syariah berbasis pesantren saat ini telah berjalan baik. Itu sudah berdampak pada kebangkitan perekonomian nasional.
Selain meningkatkan pasokan pangan dan komoditas nasional, ekonomi pesantren juga mampu menembus pasar ekspor. Maka itu, kata dia, penguatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bergerak mulai dari akar rumput hingga ke level pembuat kebijakan, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar.
Baca Juga:Wapres: Ekonomi Umat Islam Masih di Posisi Marjinal
KH Ma’ruf menambahkan, pelaku ekonomi syariah harus fokus mengoptimalkan seluruh modalitas dan kekuatan untuk bertahan dalam situasi ekonomi tak menentu.
“Kekuatan domestik yang perlu kita jaga antara lain adalah konsumsi dalam negeri dan UMKM yang menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi,” ujar Ma’ruf.