Saling Membid’ahkan Bisa Menimbulkan Perpecahan Antarumat
Fajar adhitya
Senin, 10 Oktober 2022 - 07:57 WIB
Muslim saling memaafkan mengikuti sunnah Rasulullah yang tercermin dalam sifatnya yang penuh kasih sayang, toleransi dan tasamuh atau berlapang dada (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Menganggap kelompoknya paling benar sendiri dengan membid’ahkan kelompok lain adalah perbuatan tercela. Saling membid’ahkan atau menyalahkan bisa menimbulkan perpecahan umat Islam.
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Akhmad Sodiq mengajak umat Islam meneladani kasih sayang Rasulullah dalam momentum Maulid Nabi. Kasih sayang Rasulullah tercermin dalam sifatnya yang penuh toleransi dan tasamuh atau berlapang dada.
Akhmad mengisahkan bagaimana lapangnya dada Rasulullah saat mendapat penolakan dari masyarakat Thaif. Saat berdakwah ke Thaif, kota yang terletak sekitar 67 kilometer dari Makkah, Rasulullah mendapat lemparan batu hingga kakinya berdarah.
Baca juga:Menag Ajak Umat Islam Jaga Kerukunan dengan Teladani Rasulullah
Namun, Rasulullah menahan malaikat penjaga gunung yang hendak menimpakan gunung kepada penduduk Thaif. Rasulullah berharap kalaupun penduduk Thaif saat ini tak menerima dakwahnya, maka generasi berikutnya akan memeluk Islam.
“Di sinilah para ahli tafsir mengatakan bukti bahwa Rasulullah rahmatnya, kasih sayangnya tidak hanya untuk umat Islam, tapi juga orang kafir,” kata Akhmad dalam Webinar Moderasi Beragama Peringatan Maulid Nabi, Ahad (9/10/2022).
Kepala Pusat Ma’had Al Jamiah UIN Syarif ini mengkritik perilaku sekelompok umat Islam yang gemar membid’ah-bid’ahkan. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan mengikuti sunnah Rasulullah yang penuh kasih sayang.
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Akhmad Sodiq mengajak umat Islam meneladani kasih sayang Rasulullah dalam momentum Maulid Nabi. Kasih sayang Rasulullah tercermin dalam sifatnya yang penuh toleransi dan tasamuh atau berlapang dada.
Akhmad mengisahkan bagaimana lapangnya dada Rasulullah saat mendapat penolakan dari masyarakat Thaif. Saat berdakwah ke Thaif, kota yang terletak sekitar 67 kilometer dari Makkah, Rasulullah mendapat lemparan batu hingga kakinya berdarah.
Baca juga:Menag Ajak Umat Islam Jaga Kerukunan dengan Teladani Rasulullah
Namun, Rasulullah menahan malaikat penjaga gunung yang hendak menimpakan gunung kepada penduduk Thaif. Rasulullah berharap kalaupun penduduk Thaif saat ini tak menerima dakwahnya, maka generasi berikutnya akan memeluk Islam.
“Di sinilah para ahli tafsir mengatakan bukti bahwa Rasulullah rahmatnya, kasih sayangnya tidak hanya untuk umat Islam, tapi juga orang kafir,” kata Akhmad dalam Webinar Moderasi Beragama Peringatan Maulid Nabi, Ahad (9/10/2022).
Kepala Pusat Ma’had Al Jamiah UIN Syarif ini mengkritik perilaku sekelompok umat Islam yang gemar membid’ah-bid’ahkan. Menurutnya, perilaku tersebut tidak mencerminkan mengikuti sunnah Rasulullah yang penuh kasih sayang.