home edukasi & pesantren

Melacak Teori Kesehatan Jiwa dalam Islam, Ibadah Bisa Jadi Psikoterapi

Senin, 10 Oktober 2022 - 11:45 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) diperingati pada 10 Oktober setiap tahun. Peringatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan jiwa atau mental.

HKJS 2022 merupakan peringatan yang ke-28 mengusung tema 'Make Mental Health and Well Being for all a Global Priority'. Dalam Islam, konsep kesehatan mental (al-tibb al-ruhani) pertama kali diperkenalkan dunia kedokteran Islam oleh seorang dokter dari Persia bernama Abu Zayd Ahmed ibnu Sahl al-Balkhi (850-934).

Dalam Masalih al-Abdan wa al-Anfus (Makanan untuk Tubuh dan Jiwa), al-Balkhi berhasil menghubungkan penyakit antara tubuh dan jiwa. Dia biasa menggunakan istilah al-Tibb al-Ruhani untuk menjelaskan kesehatan spiritual dan kesehatan psikologi. Sedangkan, untuk kesehatan mental dia kerap menggunakan istilah Tibb al-Qalb.

Menurut al-Balkhi, badan dan jiwa bisa sehat dan bisa pula sakit. Ini yang disebut keseimbangan dan ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan dalam tubuh dapat menyebabkan demam, sakit kepala, dan rasa sakit di badan.



Baca Juga: Jaga Kesehatan Mentalmu, Agar Tak Sedikit-sedikit Healing

Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kesehatan jiwa kesehatan mental
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya