66 Anak di Gambia Meninggal Usai Minum Paracetamol Buatan India
Ummu hani
Selasa, 11 Oktober 2022 - 14:19 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan, sebanyak 66 anak di Gambia, Afrika Selatan meninggal akibatgagal ginjal usai mengonsumsi paracetamol buatan India.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan bersama dengan regulator India terhadap Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.
Baca juga: Anak Demam Usai Imunisasi Cukup Berikan Paracetamol
"Produsen produk ini adalah Maiden Pharmaceuticals Limited (Haryana, India). Sampai saat ini, produsen yang disebutkan belum memberikan jaminan kepada WHO tentang keamanan dan kualitas produk ini," ujar Tedros dalam keterangan tertulis, dikutip Langit7.id, Selasa (11/10/2022).
WHO mengeluarkan peringatan terhadap empat produk, yakni Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.
Analisis laboratorium WHO mengkonfirmasi adanya jumlah dietilen glikol dan etilen glikol yang “tidak dapat diterima”, dan berpotensi menjadi racun saat dikonsumsi.
Produk yang didistribusikan Maiden Pharma sejauh ini didistribusikan di negara lain, melaui pasar informal dan hanya teridentifikasi di Gambia. Dalam hal ini, WHO mengeluarkan peringatan terhadap Maiden Pharma.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan bersama dengan regulator India terhadap Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.
Baca juga: Anak Demam Usai Imunisasi Cukup Berikan Paracetamol
"Produsen produk ini adalah Maiden Pharmaceuticals Limited (Haryana, India). Sampai saat ini, produsen yang disebutkan belum memberikan jaminan kepada WHO tentang keamanan dan kualitas produk ini," ujar Tedros dalam keterangan tertulis, dikutip Langit7.id, Selasa (11/10/2022).
WHO mengeluarkan peringatan terhadap empat produk, yakni Promethazine Oral Solution, Kofexmalin Baby Cough Syrup, Makoff Baby Cough Syrup dan Magrip N Cold Syrup.
Analisis laboratorium WHO mengkonfirmasi adanya jumlah dietilen glikol dan etilen glikol yang “tidak dapat diterima”, dan berpotensi menjadi racun saat dikonsumsi.
Produk yang didistribusikan Maiden Pharma sejauh ini didistribusikan di negara lain, melaui pasar informal dan hanya teridentifikasi di Gambia. Dalam hal ini, WHO mengeluarkan peringatan terhadap Maiden Pharma.