Dosen Kedokteran UM Surabaya: Bahaya Gas Air Mata Sebabkan Kebutaan
Ummu hani
Rabu, 12 Oktober 2022 - 15:35 WIB
Ilustrasi gas air mata yang dipakai saat kerusuhan di Kanjuruhan. (Foto: Istimewa)
Belakangan ini marak beredar foto korban tragedi Kanjuruhan dengan mata memerah akibat paparan gas air mata. Tampak hampir sebagian besar sklera tak lagi putih akibat pendarahan di bawah selaput mata.
Dosen Fakultas Kedokteran (Spesialis Mata) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rini Kusumawardhany mengatakan senyawa aktif dalam bentuk padat di dalam gas air mata menyebabkan iritasi pada panca indera.
Baca Juga:Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Risiko Pendarahan Mata
"Kontak dengan gas air mata menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Rasa sakit terjadi karena bahan kimia dalam gas air mata mengikat salah satu dari dua reseptor rasa sakit yang disebut TRPA1 dan TRPV1," ujar Rini dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/10/22).
Sebagai informasi, gas air mata terdiri dari berbagai bahan kimia berbeda diantaranya, Chloroacetophenone (CN), Chlorobenzylidenemalononitrile (CS), Chloropicrin (PS), Nromobenzylcyanide (CA) dan Dibenzoxazepine (CR). Bahan gas air mata CS membentuk aerosol sebagai mikropartikel mikroenkapsulasi 3-10m.
Rini menjelaskan, TRPA1 merupakan reseptor rasa sakit yang sama dengantarget capsaicin dalam semprotan merica. Penggunaan campuran bahan kimia harus dengan konsentrasi serendah mungkin. "Hal ini seperti pada kasus trauma kimia mata asam atau basa dimana konsentrasi pH sangatmempengaruhi tingkat keparahan gejala, prognosis dan komplikasinya," katanya.
Baca Juga:Polri: Gas Air Mata Tak Sebabkan Kematian, Sama Seperti Kena Sabun
Dosen Fakultas Kedokteran (Spesialis Mata) Universitas Muhammadiyah Surabaya, Rini Kusumawardhany mengatakan senyawa aktif dalam bentuk padat di dalam gas air mata menyebabkan iritasi pada panca indera.
Baca Juga:Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan, Ini Risiko Pendarahan Mata
"Kontak dengan gas air mata menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan, mata, dan kulit. Rasa sakit terjadi karena bahan kimia dalam gas air mata mengikat salah satu dari dua reseptor rasa sakit yang disebut TRPA1 dan TRPV1," ujar Rini dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/10/22).
Sebagai informasi, gas air mata terdiri dari berbagai bahan kimia berbeda diantaranya, Chloroacetophenone (CN), Chlorobenzylidenemalononitrile (CS), Chloropicrin (PS), Nromobenzylcyanide (CA) dan Dibenzoxazepine (CR). Bahan gas air mata CS membentuk aerosol sebagai mikropartikel mikroenkapsulasi 3-10m.
Rini menjelaskan, TRPA1 merupakan reseptor rasa sakit yang sama dengantarget capsaicin dalam semprotan merica. Penggunaan campuran bahan kimia harus dengan konsentrasi serendah mungkin. "Hal ini seperti pada kasus trauma kimia mata asam atau basa dimana konsentrasi pH sangatmempengaruhi tingkat keparahan gejala, prognosis dan komplikasinya," katanya.
Baca Juga:Polri: Gas Air Mata Tak Sebabkan Kematian, Sama Seperti Kena Sabun