LANGIT7.ID - , Jakarta -
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) mengunjungi sejumlah korban luka
Tragedi Kanjuruhan. Hampir sebagian besar korban mengalami pendarahan di dalam mata akibat paparan
gas air mata.
Salah satu Anggota TGIPF, Akmal Marhalie mengatakan, hampir seluruh bagian sklera (bagian putih) mata korban Tragedi Kanjuruhan berwarna merah akibat pendarahan tersebut.
Baca juga: Polri: Gas Air Mata Tak Sebabkan Kematian, Sama Seperti Kena Sabun"Saya menemui Fabianca Cheendy Chairun Nisa (14 tahun) yang mengalami pendarahan dalam mata, sesak napas, dan
batuk-batuk. Matanya sampai detik ini tidak ada warna putihnya," ujar Akmal, dikutip dari akun Instagramnya, Selasa (11/10/2022).
Lantas apa saja risiko pendarahan di mata bagi penglihatan dan bagaimana pengobatannya? Berikut pembahasannya.
Warna merah yang menutupi sklera mata disebabkan oleh pembuluh darah rusak yang melibatkan lapisan jaringan di permukaan luar. Pendarahan di mata disebut dengan Subkonjungtiva.
Melansir dari WebMD, Selasa (11/10/2022), pendarahan Subkonjungtiva disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah. Meski terlihat menakutkan, dampak Subkonjungtiva biasanya tidak berbahaya.
Baca juga: Polri Menilai Gas Air Mata Kedaluwarsa Justru Berkurang EfektivitasnyaPendarahan Subkonjungtiva terjadi karena adanya selaput bening menutupi mata yang memiliki banyak pembuluh darah kecil. Ketika darah terperangkap di bawah lapisan ini, maka akan menyebar di seluruh bagian sklera.
Meski demikian, darah ini tidak melibatkan bagian dalam mata atau kornea, sehingga penglihatan tidak terpengaruh. Penderita hanya mengalami rasa gatal di permukaan mata.
Ada beberapa penyebab medis dari Subkonjungtiva, yakni diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan pembekuan darah, dan konsumsi obat-obat pengencer darah, seperti Aspirin atau Warfarin.
Penyebab lainnya bisa berupa infeksi virus. Dalam kasus Tragedi Kanjuruhan, pendarahan ini disebabkan oleh gas air mata yang merupakan zat lakrimator menyebabkan iritasi pada mata.
Baca juga: Video Tentara Amerika Tak Kuat Tahan Paparan Gas Air MataAdapun untuk pengobatannya, sebagian besar kasus Subkonjungtiva umumnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun jika dalam beberapa minggu tidak hilang, Anda bisa melakukan perawatan diri dengan mengompres es dan obat tetes mata yang dijual di apotek.
(est)