Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Polri Menilai Gas Air Mata Kedaluwarsa Justru Berkurang Efektivitasnya

fajar adhitya Senin, 10 Oktober 2022 - 22:33 WIB
Polri Menilai Gas Air Mata Kedaluwarsa Justru Berkurang Efektivitasnya
Tragedi Kanjuruhan memakan korban 131 jiwa (foto: Antara)
LANGIT7.ID, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo membenarkan penggunaan gas air mata kedaluwarsa di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022). Namun, ia menyatakan selongsong kedaluwarsa telah berkurang efektivitasnya.

Dedi memastikan terdapat dua jenis selongsong gas air mata yang digunakan untuk meredam kericuhan diKanjuruhan, yakni selongsong merah dan biru. Dari 11 selongsong yang ditembakkan, menurut Dedi, beberapa di antaranya berlaku hingga 2021.

“Ini kimia beda dengan makanan, kalau makanan kedaluwarsa akan ada bakteri yang bisa menganggu kesehatan. Kebalikannya dengan gas air mata, ketika dia expired justru kadar kimianya berkurang,” kata Dedi dalam jumpa pers, Senin (10/10/2022).

Baca juga: Ditetapkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Abdul Haris: Saya Ikhlas

Dedi menjelaskan bahwa gas air mata yang sudah habis masa berlaku berkurang efektivitasnya. Ketika ditembakkan akan timbul partikel-partikel kecil seperti bedak (tidak mengaerosol sempurna).

“Kalau expired justru kadarnya kurang secara kimia dan kemampuannya akan menurun,” tuturnya.

Dia menjelaskan, terdapat tiga jenis gas air mata yang biasa digunakan personel Brigade Mobil atau Brimob untuk mengontrol massa. Ketiga jenis gas air mata ini dibedakan dari warna tabung atau canister-nya yakni hijau, biru dan merah.

Tabung berwarna hijau seharusnya ditembakkan pertama kali dalam meredam kericuhan. Ketika tabung hijau ditembakkan yang muncul adalah suara dan asap putih.

Baca juga: TGIPF: Stadion Kanjuruhan Tak Layak Gelar Laga Risiko Tinggi

Namun, ketika kerumunan malah semakin tidak terkontrol, maka ditembakkan selongsong berwarna biru. Semakin kacau dan tak terkendali, barulah selongsong warna merah diluncurkan.

“Tapi yang jelas sebagai pengendali di lapangan yang tanggung jawab perwira karena dia yang memerintahkan langsung pada personilnya melakukan penembakan gas air mata,” kata Dedi.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)