UAH Sebut Beradab Belum Tentu Berakhlak, Ini Beda Adab dan Akhlak
Muhajirin
Rabu, 12 Oktober 2022 - 21:03 WIB
Ustadz Adi Hidayat dalam Tabligh Akbar Pra-Muktamar Muhammadiyah di Surakarta, Sabtu (8/10/2022) (Dok Muhammadiyah)
Pendiri Pusat Kajian Islam Quantum Akhyar Institute, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan, kategori manusia berakhlak dan beradab dalam perspektif Islam memiliki tafsir berbeda.Orang beradab belum tentu berakhlak. Itulah mengapa peradaban di negara maju tidak mencerminkan akhlak penduduknya.
“Akhlak beda dengan Adab. Adab adalah sikap moral yang dihasilkan dari proses pendidikan. Akhlak adalah sikap moral yang dihasilkan oleh proses ibadah,” kata UAH di kanal YouTube-nya, dikutip Rabu (12/10/2022).
Dari proses pendidikan itu yang akan membentuk sebuah peradaban. Ini menjadi alasan zaman dulu banyak peradaban dibangun, seperti peradaban Mesir kuno dan peradaban Yunani. Meski orang yang membangun peradaban itu tak memiliki keimanan kuat kepada Allah.
Baca Juga:3 Kewajiban Orang Tua kepada Anak, Beri Nama Baik hingga Benahi Akhlak
Era modern juga memperlihatkan banyak peradaban di berbagai bangsa. Di Jepang banyak peradaban baik yang bisa ditemui seperti budaya antri dan pembagian eskalator untuk orang buru-buru dan santai. Belum lagi masalah kebersihan dan tanggungjawab di Negeri Sakura itu.
“Ini yang dapat dikatakan sebagai adab. Kalau mau dapatkan adab, ukurannya bukan hanya dari negara muslim saja. Negara non muslim juga bisa mencontohkan adab,” kata UAH.
Namun, berbeda dengan akhlak. Akhlak merupakan sikap moral yang dihasilkan dari proses ibadah. Maka itu, orang yang beradab belum tentu berakhlak.
“Akhlak beda dengan Adab. Adab adalah sikap moral yang dihasilkan dari proses pendidikan. Akhlak adalah sikap moral yang dihasilkan oleh proses ibadah,” kata UAH di kanal YouTube-nya, dikutip Rabu (12/10/2022).
Dari proses pendidikan itu yang akan membentuk sebuah peradaban. Ini menjadi alasan zaman dulu banyak peradaban dibangun, seperti peradaban Mesir kuno dan peradaban Yunani. Meski orang yang membangun peradaban itu tak memiliki keimanan kuat kepada Allah.
Baca Juga:3 Kewajiban Orang Tua kepada Anak, Beri Nama Baik hingga Benahi Akhlak
Era modern juga memperlihatkan banyak peradaban di berbagai bangsa. Di Jepang banyak peradaban baik yang bisa ditemui seperti budaya antri dan pembagian eskalator untuk orang buru-buru dan santai. Belum lagi masalah kebersihan dan tanggungjawab di Negeri Sakura itu.
“Ini yang dapat dikatakan sebagai adab. Kalau mau dapatkan adab, ukurannya bukan hanya dari negara muslim saja. Negara non muslim juga bisa mencontohkan adab,” kata UAH.
Namun, berbeda dengan akhlak. Akhlak merupakan sikap moral yang dihasilkan dari proses ibadah. Maka itu, orang yang beradab belum tentu berakhlak.