KH Hasyim Asy’ari Mewanti-wanti Bahaya Perpecahan
Muhajirin
Kamis, 13 Oktober 2022 - 13:32 WIB
Hadrataussyaikh KH Hasyim Asyari (foto: ikanu mesir)
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta periode 2009-2017, Prof. Dr. Rochmat Wahab, mengatakan, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'arimerupakan tokoh yang gencar mendakwahkan pentingnya persatuan dan bahayanya perpecahan.
KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, nasionalisme beliau tidak diragukan lagi. Di masa beliau, kondisi sosial politik menjelang kemerdekaan mengalami perubahan orientasi dan karakteristik. Menjelang 1945, banyak muncul gerakan nasional mulai dari pergerakan sosial maupun politik. Potensi perpecahan antara pergerakan dan organisasi pun mulai muncul.
"Perubahan itu ditandai dengan kemunculan organisasi-organisasi sosial, dan juga pemerintahan Belanda memberikan ruang kebebasan kepada rakyat Indonesia. Di sinilah, ada keinginan bagi semua para tokoh Tanah Air, terbuka motivasi, karena ada peluang untuk berkembang," kata Mantan Ketua PWNU DIY itu dalam webinar yang digelar Akademi Hikmah, dikutip Kamis (13/10/2022).
Baca Juga:Kisah KH Hasyim Asy’ari: Telaten dan Murah Hati dalam Bina Santri
Kendati Hadratussyaikh wafat setelah dua tahun Indonesia merdeka. Namun, beliau meninggalkan gerakan perjuangan dan pemikiran tentang pentingnya persatuan dan persaudaraan. Beliau tidak hanya berjuang untuk agama, tapi juga untuk bangsa Indonesia.
"Pemikiran KH Hasyim tentang persatuan bangsa terlihat pada beberapa tulisan dan maklumatnya," kata Prof Rochmat.
Maklumat KH Hasyim Asy'ari tentang Pentingnya Persatuan
KH Hasyim Asy'ari merupakan pendiri Nahdlatul Ulama, nasionalisme beliau tidak diragukan lagi. Di masa beliau, kondisi sosial politik menjelang kemerdekaan mengalami perubahan orientasi dan karakteristik. Menjelang 1945, banyak muncul gerakan nasional mulai dari pergerakan sosial maupun politik. Potensi perpecahan antara pergerakan dan organisasi pun mulai muncul.
"Perubahan itu ditandai dengan kemunculan organisasi-organisasi sosial, dan juga pemerintahan Belanda memberikan ruang kebebasan kepada rakyat Indonesia. Di sinilah, ada keinginan bagi semua para tokoh Tanah Air, terbuka motivasi, karena ada peluang untuk berkembang," kata Mantan Ketua PWNU DIY itu dalam webinar yang digelar Akademi Hikmah, dikutip Kamis (13/10/2022).
Baca Juga:Kisah KH Hasyim Asy’ari: Telaten dan Murah Hati dalam Bina Santri
Kendati Hadratussyaikh wafat setelah dua tahun Indonesia merdeka. Namun, beliau meninggalkan gerakan perjuangan dan pemikiran tentang pentingnya persatuan dan persaudaraan. Beliau tidak hanya berjuang untuk agama, tapi juga untuk bangsa Indonesia.
"Pemikiran KH Hasyim tentang persatuan bangsa terlihat pada beberapa tulisan dan maklumatnya," kata Prof Rochmat.
Maklumat KH Hasyim Asy'ari tentang Pentingnya Persatuan