Persiapan Protokoler Kesehatan KTT G20 Bali dalam Tahap Finalisasi
Hasanah syakim
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 19:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Direktur Serveilans dan Kekarantinaan Kesehatan, Achmad Farchanny, mengungkapkan persiapan protokoler kesehatan untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022 mendatang dalam tahap finalisasi. Diharapkan persiapan dan pelaksanaan protokol kesehatan yang baik sehingga kegiatan berlangsung aman dan sehat.
"Penyiapan protokoler kesehatan ini mencakup aturan kesehatan yang berlaku sebelum kedatangan. Saat di bandara, saat di venue dan sebelum kepulangan ke negara masing-masing delegasi," kata Achmad dikutip dari laman Kemkes, Jumat (14/10/2022).
Baca Juga:Situasi Global Makin Memburuk, SBY Minta Pemimpin G20 Selamatkan Dunia
Farchanny menyebut, aturan tersebut harus ditaati semua tamu sebagai bentuk komitmen negera anggota G20. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 ataupun penyakit menular lainnya.
"Dalam protokol kesehatan saat KTT G20, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta sebelum berangkat dan saat tiba di Indonesia. Seperti menunjukkan bukti vaksinasi dosis lengkap dan registrasi aplikasi PeduliLindungi oleh tamu non-VVIP. Aplikasi PL ini sekarang sudah tersedia dalam 13 bahasa," ungkapnya.
Guna memastikan keamanan dan keselamatan pasien, Achmad menuturkan para tamu yang melibatkan VVIP harus melakukan RT-PCR 1x24 jam sebelum kegiatan berlangsung. Sementara untuk semua delegasi disediakan Rapid Antigen.
"Para tamu juga diminta periksa suhu tubuh dan scan QR PeduliLindungi setiap masuk venue. Jika suhu >37.5 ⁰C, harus dilakukan RT-PCR," ujar Achmad.
"Penyiapan protokoler kesehatan ini mencakup aturan kesehatan yang berlaku sebelum kedatangan. Saat di bandara, saat di venue dan sebelum kepulangan ke negara masing-masing delegasi," kata Achmad dikutip dari laman Kemkes, Jumat (14/10/2022).
Baca Juga:Situasi Global Makin Memburuk, SBY Minta Pemimpin G20 Selamatkan Dunia
Farchanny menyebut, aturan tersebut harus ditaati semua tamu sebagai bentuk komitmen negera anggota G20. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 ataupun penyakit menular lainnya.
"Dalam protokol kesehatan saat KTT G20, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta sebelum berangkat dan saat tiba di Indonesia. Seperti menunjukkan bukti vaksinasi dosis lengkap dan registrasi aplikasi PeduliLindungi oleh tamu non-VVIP. Aplikasi PL ini sekarang sudah tersedia dalam 13 bahasa," ungkapnya.
Guna memastikan keamanan dan keselamatan pasien, Achmad menuturkan para tamu yang melibatkan VVIP harus melakukan RT-PCR 1x24 jam sebelum kegiatan berlangsung. Sementara untuk semua delegasi disediakan Rapid Antigen.
"Para tamu juga diminta periksa suhu tubuh dan scan QR PeduliLindungi setiap masuk venue. Jika suhu >37.5 ⁰C, harus dilakukan RT-PCR," ujar Achmad.