Presiden Jokowi Minta Polri Kerja Keras Kembalikan Kepercayaan Publik
Garry Talentedo Kesawa
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 19:35 WIB
Presiden Jokowi memberikan arahan kepada jajaran Polri, Jumat (14/10/2022), di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk bekerja keras mengembalikan kepercayaan publik kepada institusi Polri. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada jajaran Polri di Istana Negara, Jakarta.
Jokowi mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri di bulan November masih 80,2 persen. Namun, angka tersebut turun menjadi 54 persen di bulan Agustus seiring dengan banyaknya kasus-kasus besar yang menimpa institusi Polri.
Baca Juga:Presiden Jokowi Tegur Gaya Hidup Mewah Pejabat Polisi
"Jatuh, terlentang, rendah sekali. Itulah pekerjaan berat yang saudara-saudara harus kerjakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini," kata Jokowi dikutip dalam keterangan Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).
Menurut Jokowi, sebelum ada peristiwa penembakan di Duren Tiga yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo (FS), Indeks Kepercayaan Masyarakat menempatkan Polri di puncak teratas saat itu. Hal itu didorong kerja keras Polri dalam penanganan Covid-19 yang mendukung penyuntikan 440 juta dosis vaksin sehingga pandemi mereda dan ekonomi tumbuh 5,44 persen.
"Tetapi begitu ada peristiwa FS, runyam semuanya dan jatuh ke angka yang paling rendah. Dulu, dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain, (Polri) tertinggi. Sekarang, saudara-saudara harus tahu menjadi terendah. Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras Saudara-saudara sekalian," ungkap Presiden.
Baca Juga:Kronologi Keterlibatan Irjen Pol TM dalam Kasus Peredaran Narkoba
Jokowi mengungkapkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri di bulan November masih 80,2 persen. Namun, angka tersebut turun menjadi 54 persen di bulan Agustus seiring dengan banyaknya kasus-kasus besar yang menimpa institusi Polri.
Baca Juga:Presiden Jokowi Tegur Gaya Hidup Mewah Pejabat Polisi
"Jatuh, terlentang, rendah sekali. Itulah pekerjaan berat yang saudara-saudara harus kerjakan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Polri di tengah situasi yang juga tidak mendukung saat ini," kata Jokowi dikutip dalam keterangan Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Sabtu (15/10/2022).
Menurut Jokowi, sebelum ada peristiwa penembakan di Duren Tiga yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo (FS), Indeks Kepercayaan Masyarakat menempatkan Polri di puncak teratas saat itu. Hal itu didorong kerja keras Polri dalam penanganan Covid-19 yang mendukung penyuntikan 440 juta dosis vaksin sehingga pandemi mereda dan ekonomi tumbuh 5,44 persen.
"Tetapi begitu ada peristiwa FS, runyam semuanya dan jatuh ke angka yang paling rendah. Dulu, dibandingkan institusi-institusi penegak hukum yang lain, (Polri) tertinggi. Sekarang, saudara-saudara harus tahu menjadi terendah. Ini yang harus dikembalikan lagi dengan kerja keras Saudara-saudara sekalian," ungkap Presiden.
Baca Juga:Kronologi Keterlibatan Irjen Pol TM dalam Kasus Peredaran Narkoba