Rayakan Hari Santri di Korsel, Ini Pesan Menag
Andi Muhammad
Senin, 17 Oktober 2022 - 19:15 WIB
Rayakan Hari Santri di Korsel, Ini Pesan Menag. Foto: Istimewa.
Peringatan Hari Santri di Korea Selatan (Korsel) tahun ini terasa berbeda, karena para santri diaspora kedatangan tamu spesial, yakni Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.
Yaqut berpesan agar seluruh Santri yang berada di Korsel untuk tetap menjaga kedaulatan negara. Tinggal di negeri orang jangan sampai lupa dengan negara asal, serta tidak lupa untuk menghargai jasa para pahlawan.
"Hargai perjuangan para kiai, pejuang, dan para founding fathers yang telah berjuang mendirikan NKRI," kata Yaqut kepada seluruh santri, dikutip laman Kemenag, Senin (17/10/2022).
Peringatan Hari Santri ini diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Korea Selatan. Hadir, para santri dan diaspora Indonesia yang ada di Korea Selatan.
Yaqut mengatakan, hidup di negeri orang harus memegang teguh peribahasa, 'Di mana bumi dipijak di situ negeri dijunjung'. Artinya, setiap orang Indonesia atau pekerja Indonesia yang bekerja atau tinggal di negeri orang harus menjaga nama dan martabat bangsa dan negara.
Baca Juga:Menag Terbitkan Edaran Peringatan Hari Santri, Ini Isinya
"Jangan membuat malu negara Indonesia. Kita harus menjaga nama dan citra Indonesia di mata dunia," ujarnya.
Yaqut berpesan agar seluruh Santri yang berada di Korsel untuk tetap menjaga kedaulatan negara. Tinggal di negeri orang jangan sampai lupa dengan negara asal, serta tidak lupa untuk menghargai jasa para pahlawan.
"Hargai perjuangan para kiai, pejuang, dan para founding fathers yang telah berjuang mendirikan NKRI," kata Yaqut kepada seluruh santri, dikutip laman Kemenag, Senin (17/10/2022).
Peringatan Hari Santri ini diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Korea Selatan. Hadir, para santri dan diaspora Indonesia yang ada di Korea Selatan.
Yaqut mengatakan, hidup di negeri orang harus memegang teguh peribahasa, 'Di mana bumi dipijak di situ negeri dijunjung'. Artinya, setiap orang Indonesia atau pekerja Indonesia yang bekerja atau tinggal di negeri orang harus menjaga nama dan martabat bangsa dan negara.
Baca Juga:Menag Terbitkan Edaran Peringatan Hari Santri, Ini Isinya
"Jangan membuat malu negara Indonesia. Kita harus menjaga nama dan citra Indonesia di mata dunia," ujarnya.