Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Rayakan Hari Santri di Korsel, Ini Pesan Menag

Andi Muhammad Senin, 17 Oktober 2022 - 19:15 WIB
Rayakan Hari Santri di Korsel, Ini Pesan Menag
Rayakan Hari Santri di Korsel, Ini Pesan Menag. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Peringatan Hari Santri di Korea Selatan (Korsel) tahun ini terasa berbeda, karena para santri diaspora kedatangan tamu spesial, yakni Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas.

Yaqut berpesan agar seluruh Santri yang berada di Korsel untuk tetap menjaga kedaulatan negara. Tinggal di negeri orang jangan sampai lupa dengan negara asal, serta tidak lupa untuk menghargai jasa para pahlawan.

"Hargai perjuangan para kiai, pejuang, dan para founding fathers yang telah berjuang mendirikan NKRI," kata Yaqut kepada seluruh santri, dikutip laman Kemenag, Senin (17/10/2022).

Peringatan Hari Santri ini diselenggarakan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Korea Selatan. Hadir, para santri dan diaspora Indonesia yang ada di Korea Selatan.

Yaqut mengatakan, hidup di negeri orang harus memegang teguh peribahasa, 'Di mana bumi dipijak di situ negeri dijunjung'. Artinya, setiap orang Indonesia atau pekerja Indonesia yang bekerja atau tinggal di negeri orang harus menjaga nama dan martabat bangsa dan negara.

Baca Juga: Menag Terbitkan Edaran Peringatan Hari Santri, Ini Isinya

"Jangan membuat malu negara Indonesia. Kita harus menjaga nama dan citra Indonesia di mata dunia," ujarnya.

Dia turut mengingatkan agar tidak terhasut dengan sejumlah kelompok yang membawa identitas keagamaan untuk tujuan-tujuan politik tertentu, termasuk di luar negeri. Banyak dari kelompok tersebut bertujuan untuk menjelaskan bangsa dan negara Indonesia.

"Waspadai setiap upaya yang menganggu citra baik Indonesia. Masih saja ada beberapa kelompok keagamaan yang meneriakkan narasi NKRI bersyariah, khilafah, dan sebagainya," tuturnya.

Dia menegaskan bahwa bentuk negara Indonesia sudah final. Entitas ketatanegaraan yang bernama NKRI itu dibentuk atas dasar keberagaman. Indonesia didirikan oleh beragam suku, agama, dan adat istiadat.

"Selalu saya mengatakan, tidak ada Indonesia kalau tidak ada Jawa, Sunda, Batak, Minang, Aceh, dan sebagainya. Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu. Indonesia ada karena perbedaan dan keberagaman yang menguatkan kita," tuturnya.

Menag meminta warga Indonesia, terutama yang berada di Korea Selatan, jangan pernah ikut gerakan atau narasi yang menginginkan Indonesia diubah menjadi negara agama.

Baca Juga: Wakil Ketua MPR: Pesantren Bisa Cegah Kemerosotan Moral Masyarakat

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)