Novi Basuki: Santri Jadi Pakar Tionghoa, Tempuh S1 Sampai S3 di Cina
Muhajirin
Sabtu, 22 Oktober 2022 - 12:35 WIB
Novi Basuki (foto: Youtube/Asumsi)
Pada umumnya, alumni pesantren menempuh pendidikan di negara-negara Arab. Namun berbeda dengan Novi Basuki. AlumnusPondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Jawa Timur itu justru menempuh S1 sampai S3 di Tiongkok.
Pria yang memiliki nama Mandarin Wang Xiao Ming itu menjadi pelajar RI asal Situbondo yang mendapat beasiswa S1-S3 di Tiongkok. Novi berangkat ke Negeri Tirai Bambu pada 2010 dan tiba di Xiamen, kota terbesar di Provinsi Fujian. Di kota ini, dia menghabiskan waktu enam tahun untuk menempuh pendidikan S1 dan S2.
“Saya masuk SMA Nurul Jadid pada 2007 dan lulus pada 2010. Kemudian dari sana saya mendapat beasiswa untuk kuliah ke Tiongkok, saya S1 di sana dan lulus pada 2013. Lalu lanjut ambil S2 dan S3,” kata Novi di kanal SMA Nurul Jadid, Jumat (21/10/2022).
Saat menempuh pendidikan S1, Novi mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Budaya Tiongkok selama tiga tahun. Dia lalu melanjutkan S2 mengambil jurusan Hubungan Internasional (HI) dengan sepesikasi hubungan Tiongkok dengan Asia Tenggara.
Baca Juga: Pesantren Ini Ajarkan Bahasa Mandarin hingga Kirim Santri Kuliah ke Cina
“Lalu, spesifikasinya hubungan Tiongkok dengan Indonesia,” kata Novi. Dia pindah ke Guangzhou saat mengambil S3. Dia mengambil jurusan Politik Internasional di Sun Yat-sen University. “Saya 10 tahun di Tiongkok,” katanya.
Setelah itu, dia pernah mendapat kesempatan mengajar di Tiongkok selama satu tahun. Dia menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar. Awalnya, dia menjadi Visiting Scholar di sana, lalu berkesempatan mengajar selama satu tahun.
Pria yang memiliki nama Mandarin Wang Xiao Ming itu menjadi pelajar RI asal Situbondo yang mendapat beasiswa S1-S3 di Tiongkok. Novi berangkat ke Negeri Tirai Bambu pada 2010 dan tiba di Xiamen, kota terbesar di Provinsi Fujian. Di kota ini, dia menghabiskan waktu enam tahun untuk menempuh pendidikan S1 dan S2.
“Saya masuk SMA Nurul Jadid pada 2007 dan lulus pada 2010. Kemudian dari sana saya mendapat beasiswa untuk kuliah ke Tiongkok, saya S1 di sana dan lulus pada 2013. Lalu lanjut ambil S2 dan S3,” kata Novi di kanal SMA Nurul Jadid, Jumat (21/10/2022).
Saat menempuh pendidikan S1, Novi mengambil jurusan Pendidikan Bahasa dan Budaya Tiongkok selama tiga tahun. Dia lalu melanjutkan S2 mengambil jurusan Hubungan Internasional (HI) dengan sepesikasi hubungan Tiongkok dengan Asia Tenggara.
Baca Juga: Pesantren Ini Ajarkan Bahasa Mandarin hingga Kirim Santri Kuliah ke Cina
“Lalu, spesifikasinya hubungan Tiongkok dengan Indonesia,” kata Novi. Dia pindah ke Guangzhou saat mengambil S3. Dia mengambil jurusan Politik Internasional di Sun Yat-sen University. “Saya 10 tahun di Tiongkok,” katanya.
Setelah itu, dia pernah mendapat kesempatan mengajar di Tiongkok selama satu tahun. Dia menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar. Awalnya, dia menjadi Visiting Scholar di sana, lalu berkesempatan mengajar selama satu tahun.