Ketua Program Studi S1 Ilmu Ekonomi Islam dan Bisnis Islam FEUI pada 2013-2015 itu kemudian menjelaskan faktor yang membuat masyarakat Cina banyak yang sukses.
Lantaran memiliki semangat mengusung kebhinnekaan dan keberagaman, maka Pemerintah Kota Solo sangat mendukung menjadi perayaan rutin tahunan sejak 2010.
Budaya Tionghoa muslim di Indonesia diterjemahkan dengan simbol-simbol dan media populer. Misalnya pembangunan masjid-masjid berarsitektur Tionghoa, pendakwah Tionghoa, sampai perayaan Imlek.
Sejarawan Persis itu menyebut bahwa Laksamana Cheng Ho memiliki hubungan diplomasi dengan negara-negara muslim. Cheng Ho pun kemudian membawa armadanya yang diisi orang-orang muslim ke Nusantara.
Pada umumnya, alumni pesantren menempuh pendidikan di negara-negara Arab. Namun berbeda dengan Novi Basuki. Alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo, Jawa Timur itu justru menempuh S1 sampai S3 di Tiongkok.
Pondok pesantren biasanya identik dengan bahasa Arab. Namun, di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur, juga mengajarkan bahasa Mandarin kepada para santrinya. Bahkan pesantren ini ingin menjadi pusat pengembangan bahasa mandarin di Indonesia.
Seorang mualaf, Liem Ho Ho, merupakan generasi pertama orang Tionghoa yang datang ke Banjarmasin. Dia mendirikan organisasi Persatuan Islam Tinghoa Indonesia.
Komunitas etnis Tionghoa Padang menyerahkan bantuan 1.000 paket bansos melalui Polda Sumbar. Santunan ini diberikan keapda warga terdampak pandemi Covid.
Komunitas muda-mudi Masyarakat Tionghoa Peduli mengirimkan bantuan sebanyak 1.000 paket sembako untuk PKL dan warga terdampak PPKM, termasuk warga isoman.