Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 22 Juni 2026
home community detail berita

Sejarah PITI, Kala Etnis Tionghoa Berhimpun untuk Islam dan Indonesia

Muhajirin Senin, 23 Januari 2023 - 12:48 WIB
Sejarah PITI, Kala Etnis Tionghoa Berhimpun untuk Islam dan Indonesia
Pengurus Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) (foto: faktual.net)
LANGIT7.ID, Jakarta - Umat Islam keturunan Tionghoa di Indonesia memiliki sejarah panjang. Pada 14 April 1961, mereka mendirikan organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Ada beberapa tokoh utama yang terlibat dalam pendirian organisasi ini, di antaranya Abdul Karim Oei Tjeng Hien, Abdusomad Yap A Siong, dan Kho Goan Tjin.

“PITI dari zaman baheula, ini adalah Persatuan Islam Tionghoa Indonesia. saat orde baru diubah karena tidak boleh ada kata-kata Tionghoa menjadi Pembina Iman Tauhid Islam,” kata pengusaha muslim Tionghoa, Jusuf Hamka, saat memaparkan sejarah PITI di NU Chanel, dikutip Senin (23/1/2023).

PITI menjadi gabungan dari organisasi umat Islam Tionghoa yang sudah lahir terlebih dahulu di Indonesia. Dua organisasi itu adalah Persatuan Islam Tionghoa (PIT) dan Persatuan Muslim Tionghoa (PMT).

Baca Juga: Haedar Nashir Sebut PITI Perekat Ukhuwah Berbagai Elemen Bangsa

Pada 15 Desember 1972, PITI sempat mengubah nama menjadi Pembina Iman Tauhid Islam. Jusuf Hamka menjelaskan, perubahan nama itu tidak terlepas dari kebijakan politik Orde Baru yang tak membolehkan penggunaan kata Tionghoa.

“Saya gelisah waktu itu, karena namanya Pembina Iman Tauhid Islam, Terus maunya gerakannya semua orang Tionghoa, kalau bisa diintensifkan,” ujar Jusuf Hamka.

Perubahan nama itu berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). Pemerintah menggencarkan gerakan nation and character building serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Gerakan tersebut membuat simbol-simbol atau identitas yang bersifat disosiatif atau menghambat persatuan, seperti bahasa, istilah, budaya asing dilarang. PITI tidak boleh menggunakan kata Tionghoa. Akhirnya diganti agar organisasi tetap bisa berdiri.

Baca Juga: Jihad Oey Tjeng Hien Hapus Sekat antara Muslim dan Keturunan Tionghoa

Hampir tiga dekade mereka menggunakan nama itu untuk organisasi umat Islam Tionghoa di Indonesia. Hingga pertengahan Mei 2000, saat Indonesia dipimpin KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mereka diizinkan kembali untuk menggunakan nama Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.

“Karena zaman Orde Baru enggak boleh pakai Tionghoa, kita balikin jadi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia,” tutur Jusuf Hamka.

Sejak saat itu, budaya Tionghoa muslim di Indonesia mulai diterjemahkan dengan simbol-simbol dan media populer. Misalnya pembangunan masjid-masjid berarsitektur Tionghoa, pendakwah Tionghoa, sampai perayaan Imlek.

Hingga saat ini, PITI terus berkembang. Bahkan, kantor-kantor PITI sudah menjangkau banyak kabupaten dan kota di Indonesia.

Baca Juga: Profil Liem Ho Ho, Mualaf yang Dirikan Ormas Islam di Indonesia

“Saya bilang, PITI, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, kalian enggak usah ragu, saya sampai akhir hayat akan mendampingi kalian,” ucap Jusuf Hamka.

Selain itu, Jusuf Hamka menilai PITI memiliki peran strategis sebagai organisasi inklusif perawat kehidupan plural di Indonesia. Dia berharap PITI bisa membawa kebaikan dan persatuan umat.

"Saya akan berada di depan jika ada yang mengganggu organisasi ini. PITI itu harus menjadi kebanggaan bangsa dan harus selalu taat konstitusi, dan harus mendukung kebijakan pemerintah yang sah,” ujar Jusuf Hamka.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 22 Juni 2026
Imsak
04:30
Shubuh
04:40
Dhuhur
11:58
Ashar
15:19
Maghrib
17:51
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan