LANGIT7.ID - , Jakarta - Ketua Umum PP Muhammadiyah,
Haedar Nashir, menyambut Pengurus Pusat
Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) yang bersilaturahmi ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.
Haedar mengapresiasi peran positif PITI dalam membangun integrasi dan ukhuwah antar berbagai elemen bangsa, khususnya masyarakat keturunan
Tionghoa.
Baca juga: Haedar Nashir: Pendidikan Harus Berbasis Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia“PITI punya peran positif, pertama, memahamkan Islam di saudara Tionghoa, kedua, jadi wasilah, tempat untuk integrasi nasional yang semakin baik,” ungkap Haedar, dalam keterangan tertulis, dikutip LANGIT7.ID, Jumat (20/1/2023).
Menurut Haedar, peran positif PITI penting untuk merekat ukhuwah sekaligus mengikis kecurigaan dan stereotip yang kadang masih melekat kepada etnis Tionghoa.
“Adanya PITI, maka kita semacam ada media untuk mengintegrasikan itu. Bahkan saya senang hubungan PITI dengan teman-teman Tionghoa (non muslim) lain terjalin baik. Ini perlu jadi alat untuk menjalin hubungan yang lebih baik lagi,” ujarnya.
Menanggapi pernyataan Haedar PITI menyampaikan tahniah atas kesuksesan Muktamar ke-48. Selain itu, PITI memanfaatkan silaturahmi ini untuk dapat belajar agar dapat menjadi organisasi yang mandiri seperti Muhammadiyah.
Ketua Umum PITI, Serian Wijatno mengharapkan agar PITI dapat menjalankan program untuk kemanusiaan dan kemasyarakatan bersama Muhammadiyah.
Baca juga: Haedar Nashir Sebut Rezimentasi Agama Berlawanan dengan Pancasila“Kami sangat bahagia, PITI bisa diterima Ketum PP Muhammadiyah Pak Haedar dengan suasana bahagia dan hangat. Kami bertukar pikiran banyak program-program Muhammadiyah melalui sosial, budaya, kemanusiaan dan banyak sekali kiprah Muhammadiyah sudah sangat bagus dengan tagline Islam Berkemajuan dan teologi Al-Ma’un,” tutur Serian.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PITI, Denny Sanusi mengungkapkan, PITI memiliki ikatan historis dengan Muhammadiyah.
Diketahui pendiri PITI bersahabat dengan Presiden Soekarno, yaitu Oey Tjeng Hien (Abdul Karim Oey) adalah tokoh pergerakan Muhammadiyah asal Bengkulu.
“Mudah-mudahan rekan-rekan di PITI dari sekarang setelah audiensi dan sudah diterima oleh Muhammadiyah, sudah dianggap punya sejarah, supaya kelanjutannya ini bisa melahirkan apa yang sudah dipunyai oleh Muhammadiyah. Ini sudah contoh di depan mata. Ini harapan kita supaya PITI juga seperti Muhammadiyah,” ucap Denny.
Baca juga: Pesan Haedar Nashir: Jalankan Pesta Demokrasi dengan Cara Berkualitas(est)