LANGIT7.ID - , Jakarta -
Cina adalah salah satu negara dengan jumlah
miliarder terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan menurut, laporan kekayaan global tahunan Credit Suisse, jumlah miliarder Cina akan tumbuh dari 6,2 juta pada 2021 menjadi 12,2 juta pada 2026. Artinya, peningkatan tersebut mencapai hampir 97 persen.
Sementara AS mempertahankan tahtanya sebagai negara dengan miliarder terbanyak pada tahun 2026 dengan jumlah 27,7 juta. Hal tersebut hanya akan meningkat 13 persen dari tahun 2021.
Baca juga: 5 Cara Kembalikan Fokus Kerja, Tinggalkan Pikiran pada Hal Kecil"Kami berharap kekayaan rumah tangga di Cina terus mengejar Amerika Serikat, meningkat setara dengan 14 tahun AS antara 2021 dan 2026 untuk mencapai $119 triliun secara riil, serupa dengan tingkat Amerika Serikat pada 2019," tulis laporan itu dikutip dari Fortune, Selasa (24/1/2022).
Melihat ini, tak heran jika dikatakan bahwa masyarakat Cina selalu
sukses dalam berwirausaha. Lantas, mengapa bisa demikian?
Ekonom Syariah sekaligus Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS)
Yusuf Wibisono mengakui bahwa masyarakat Cina banyak yang sukses sebagai pengusaha. Namun, ia tidak sepakat jika kesuksesan mereka dikaitkan dengan etnis.
"Mengapa etnis Cina selalu sukses berwirausaha, lebih merupakan stereotip dibandingkan fakta. Bahwa etnis Cina banyak yang sukses sebagai pengusaha itu benar, namun mengkaitkannya dengan etnis menurut saya berlebihan. Di dunia, banyak etnis lain yang juga sukses sebagai pengusaha. Di Indonesia misalnya, banyak etnis Minang yang sukses sebagai pengusaha," ujar Yusuf kepada LANGIT7.ID saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Baca juga: Jajaki Usaha Angkringan, Simpel dan Cepat Balik ModalKetua Program Studi S1 Ilmu Ekonomi Islam dan Bisnis Islam FEUI pada 2013-2015 itu kemudian menjelaskan faktor yang membuat masyarakat Cina banyak yang sukses.
"Faktor utama menurut saya adalah faktor tekanan eksternal yaitu status sebagai perantau atau jauh dari kampung halaman. Etnis Cina yang sukses sebagai pengusaha umumnya adalah para perantau. Demikian juga etnis-etnis lain dengan karakteristik serupa sebagai perantau umumnya sukses sebagai pengusaha," katanya.
Sebagai perantau tanpa aset di negeri orang, maka berbisnis adalah mekanisme survival yang paling menjanjikan bagi mereka.
Namun harus diakui bahwa etnis Cina secara kultural banyak memiliki nilai-nilai yang ditanamkan dan diwariskan secara kuat, di mana nilai-nilai tersebut sangat mendukung sebagai pengusaha.
"Misal, nilai bahwa menjadi atasan meski di perusahaan kecil lebih baik daripada menjadi bawahan meski di perusahaan besar. Kemudian nilai bahwa yang paling bisa dipercaya adalah keluarga dan lain-lain. Semua nilai itu mendorong etnis Cina untuk menjadi atasan atau bos dan cara yang paling jelas menjadi bos adalah dengan mendirikan usaha atau bisnis," tandas Yusuf.
Baca juga: 4 Pola Pikir yang Harus Dimiliki Pengusaha agar Bisa Sukses(est)