LANGIT7.ID, JAKARTA - Masih banyak di kalangan generasi muda belum mengetahui sosok Laksamana Cheng Ho. Dia adalah sosok Laksamana asal Tionghoa yang memijakan kaki di Nusantara dan membawa ajaran agama Islam.
Menurut pakar sejarah nusantara, Ustaz Dr Tiar Anwar Bachtiar, Cheng Ho menjadi soerang Laksaman pada era Dinasti Ming. Tepatnya sekitar abad ke-15 ketika penguasa-penguasa muslim mendominasi dunia.
"Makanya pada masa Dinasti Ming itu banyak sekali muslim-muslim China yang dipekerjakan oleh dinasti Ming untuk menjalin hubungan," kata Ustaz Tiar saat dihubungi
Langit7.id, Ahad (22/1/2023).
Sejarawan Persis itu menyebut bahwa Laksamana Cheng Ho memiliki hubungan diplomasi dengan negara-negara muslim. Cheng Ho pun kemudian membawa armadanya yang diisi orang-orang muslim ke Nusantara.
Baca Juga: Masjid Cheng Ho Surabaya Kombinasikan Corak Tionghoa dan Jawa"Diplomasi Laksamana Cheng Ho menyebar orang-orang China muslim dengan orang Nusantara," ujarnya.
Selama tujuh kali ekspedisinya, Laksamana Cheng Ho selalu mengunjungi Indonesia. Pada 1410, awak kapal yang dia pimpin mendarat di pantai Simongan, Semarang.
Adapun pada 1415, Laksamana Cheng Ho juga berlabuh di Muara Jati, Cirebon dan menghadiahi beberapa barang khas Tionghoa kepada Sultan Cirebon. Ketika itu, admiral muslim asal Tiongkok itu mengunjungi Raja Majapahit dengan tujuan menyebarkan agama Islam
"Seperti kita ketahui, Laksamana Cheng Ho ini banyak melakukan muhibah ke seluruh wilayah Indonesia dan di beberapa tempat mendirikan masjid-masjid," tutur dia.
Salah satu bukti besar penyebaran Islam yang dilakukan Laksamana Cheng Ho dengan diabadikan namanya sebagai bangunan masjid yang berlokasi di Surabaya, yakni Masjid Cheng Ho.
Bahkan masjid itu pun memiliki gaya arsitektur khas Tionghoa. Ini terlihat mulai dari ornamen di setiap sudut bangunan masjid hingga dominasi warna bangunan masjid yang mencolok yakni merah, kuning, biru, dan hijau.
Baca Juga: Kisah Mualaf David Sinatra, Berawal Benci Islam Berubah jadi Cinta(zhd)