home global news

Imbauan Setop Obat Sirop, Guru Besar UGM: Keputusan Dilematis

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 19:12 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menyebut imbauan menyetop penggunaan obat dalam bentuk sirop menjadi keputusan yang dilematis.

Sebab, menurut Zullies, obat dalam bentuk sirop banyak digunakan untuk anak-anak yang belum bisa menelan obat bentuk tablet atau kapsul.

Baca juga: Hati-Hati, Begini Panduan Konsumsi Obat Sirop dari BPOM

"Selain itu, penghentian penggunaan obat sirop ini akan berdampak bagi anak-anak penderita penyakit kronis yang harus minum obat rutin berbentuk sirup. Di mana dalam penggunaannya selama ini tidak menimbulkan efek samping membahayakan," kata Zullies dikutip dari laman UGM, Sabtu (22/10/2022).

Dia mencontohkan anak dengan epilepsi yang harus minum obat rutin. Maka, saat obatnya dihentikan atau diubah bentuknya bisa saja menjadikan kejangnya tidak terkontrol.

“Mestinya ini diatur dengan bijaksana dengan tetap mempertimbangkan risiko dan manfaat. Memang saat ini risiko terjadinya gagal ginjal akut sepertinya dianggap lebih besar dengan penggunaan sirup sehingga disarankan penghentiannya, tetapi harusnya tidak digebyah uyah (disamaratakan) ya,” paparnya.

Baca juga: Hindari Obat Sirop, IDAI Imbau Nakes Beri Resep Puyer
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
guru besar ugm obat sirop kesehatan gangguan ginjal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya