Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home global news detail berita

Imbauan Setop Obat Sirop, Guru Besar UGM: Keputusan Dilematis

Fifiyanti Abdurahman Sabtu, 22 Oktober 2022 - 19:12 WIB
Imbauan Setop Obat Sirop, Guru Besar UGM: Keputusan Dilematis
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Pakar Farmakologi dan Farmasi Klinik UGM, Prof. Apt. Zullies Ikawati, Ph.D., menyebut imbauan menyetop penggunaan obat dalam bentuk sirop menjadi keputusan yang dilematis.

Sebab, menurut Zullies, obat dalam bentuk sirop banyak digunakan untuk anak-anak yang belum bisa menelan obat bentuk tablet atau kapsul.

Baca juga: Hati-Hati, Begini Panduan Konsumsi Obat Sirop dari BPOM

"Selain itu, penghentian penggunaan obat sirop ini akan berdampak bagi anak-anak penderita penyakit kronis yang harus minum obat rutin berbentuk sirup. Di mana dalam penggunaannya selama ini tidak menimbulkan efek samping membahayakan," kata Zullies dikutip dari laman UGM, Sabtu (22/10/2022).

Dia mencontohkan anak dengan epilepsi yang harus minum obat rutin. Maka, saat obatnya dihentikan atau diubah bentuknya bisa saja menjadikan kejangnya tidak terkontrol.

“Mestinya ini diatur dengan bijaksana dengan tetap mempertimbangkan risiko dan manfaat. Memang saat ini risiko terjadinya gagal ginjal akut sepertinya dianggap lebih besar dengan penggunaan sirup sehingga disarankan penghentiannya, tetapi harusnya tidak digebyah uyah (disamaratakan) ya,” paparnya.

Baca juga: Hindari Obat Sirop, IDAI Imbau Nakes Beri Resep Puyer

Lagipula, lanjut Zullies, penyebab gagal ginjal akut pada anak yang terjadi di tanah air masih menjadi sebuah misteri.

"Belum bisa dipastikan ada tidaknya keterkaitan antara gagal ginjal akut dengan konsumsi obat berbentuk sirup, terutama yang mengandung parasetamol," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengimbau penyetop segala obat berbentuk cair menyusul adanya laporan kasus anak dengan gangguan ginjal akut. Penyakit ini diduga akibat terpapar tiga zat kimia berbahaya yakni ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG), dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

BPOM mengungkapkan ada lima obat sirup yang dinyatakan mengandung cemaran EG dan DEG diatas batas aman.

Baca juga: Kalangan Apoteker Hargai Keputusan Hentikan Sementara Obat Sirop

Namun, Zullies kembali menegaskan, hingga saat ini semua masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan hubungan antara gagal ginjal akut dengan senyawa tersebut dalam kandungan obat.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)