home lifestyle muslim

Berpakaian Syar'i untuk Umat Islam Bukan Simbol Radikal

Selasa, 25 Oktober 2022 - 17:00 WIB
Anjuran berpakaian syari untuk seorang muslim bukan berarti simbol sikap radikal. (Foto: Pixabay).
Berpakaian syar'i merupakan ciri khas seorang muslim, bukan simbol muslim radikal apalagi dikaitkan dengan teroris. Sebab ada pakem berbusana bagi umat Islam.

Islam tidak menetapkan warna khusus dalam pakaian tersebut. Pastinya harus bersih, menutup aurat dan sopan, sehingga dapat menjaga kehormatan seorang muslim.

Tolok ukur untuk seorang laki-laki yakni kepantasan saat beribadah atau salat. Meski ada berpedaan pendapat mengenai isbal atau di atas mata kaki.

Sementara muslimah lebih tertutup. Hanya wajah dan telapak tangan yang boleh terlihat. Pakaian yang dikenakan bahkan tak boleh menunjukkan lekuk tubuh.

Baca Juga: Tips Hijab Street Style, Jeny Tjahyawati: Tetap Ikut Pakem Syar'i

Pimpinan Markaz Takwin Ulama Mauritania dan Anggota Ikatan Ulama Muslim Dunia, Syaikh Dr Muhammad Al-Hasan Ad-Dadaw mengatakan, Islam telah mengatur cara berpakaian bagi umat Islam.

Dalam Al Quran surat Al Araf ayat 32 Allah SWT berfirman yang artinya: "Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
celana cingkrang radikalisme hijab syar'i pakaian syar'i
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya