Selain Pahala, Rutin Jalan Kaki ke Masjid Berkhasiat Turunkan Kolesterol
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 07:00 WIB
Ilustrasi jamaah yang meninggalkan masjid usai salat. Foto: LANGIT7/iStock
Berjalan kaki menuju masjid untuk salat memiliki banyak keutamaan. Pahala yang paling besar adalah yang paling jauh rumahnya dari masjid. Para ulama ahli fiqih menganjurkan untuk memperpendek langkah dan berjalan dengan tidak tergesa-gesa saat menuju masjid untuk salat.
Sebab, banyak keistimewaan yang didapat setiap hamba saat berjalan kaki menuju masjid untuk salat. Seperti dalam hadist riwayat Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
Baca juga: Haruskah Shalat Idul Fitri Berjalan Kaki? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
كلُّ خطوةٍ يخطوها أحدُكم إلى الصلاةِ يُكْتَبُ لَهُ [ بها ] حسنةٌ ويُمْحَى عنه بِها سَيِّئَةٌ
“Kullu khuthwaatin yakhthuuha ila as-shalaati yuktabu lahu biha hasanatun wa yumha anhu biha sayyi-atun.”
“Setiap langkah menuju tempat salat (masjid) akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” Hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad.
Keistimewaan lain dari berjalan kaki menuju masjid untuk menunaikan salat adalah setiap langkahnya dihitung sebagaipahala.
Sebab, banyak keistimewaan yang didapat setiap hamba saat berjalan kaki menuju masjid untuk salat. Seperti dalam hadist riwayat Abu Hurairah RA, di mana Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
Baca juga: Haruskah Shalat Idul Fitri Berjalan Kaki? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat
كلُّ خطوةٍ يخطوها أحدُكم إلى الصلاةِ يُكْتَبُ لَهُ [ بها ] حسنةٌ ويُمْحَى عنه بِها سَيِّئَةٌ
“Kullu khuthwaatin yakhthuuha ila as-shalaati yuktabu lahu biha hasanatun wa yumha anhu biha sayyi-atun.”
“Setiap langkah menuju tempat salat (masjid) akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” Hadits ini diriwayatkan Imam Ahmad.
Keistimewaan lain dari berjalan kaki menuju masjid untuk menunaikan salat adalah setiap langkahnya dihitung sebagaipahala.