LANGIT7.ID, Jakarta - Berjalan kaki ke tempat menunaikan shalat Idul Fitri disebutkan sebagai sunnah Nabi Muhammad SAW.
"Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat led dengan berjalan". (HR. at-Tirmidzi)
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, menunaikan shalat dengan berjalan kaki perlu dikembalikan dalam suasana zaman Nabi Muhammad SAW.
Baca juga: Pertama Kalinya, Shalat Idul Fitri Akbar di Stadion JIS"Dalam konteks ini, sunnah berjalan kaki itu kalau tempat shalatnya dekat dengan kediaman Anda," ujarnya dikanal YouTube Audio Dakwah, dikutip Sabtu (30/4/2022).
Menurutnya, jika memang tempat shalat itu terjangkau dengan berjalan kaki, maka disunnahkan untuk jalan. Namun, jika memang tempatnya jauh, sementara waktu shalat Idul Fitri dimulai pada pukul 06.30 WIB, maka sunnahnya dengan kendaraan.
"Kalau berangkatnya jalan kaki, maka keluarnya dengan takbir. Jangan malu, kita perlu bangga ketika keluar," tegas dia.
Untuk itu, dia mengingatkan agar umat Islam dapat menuju tempat shalat secara bersamaan. Sehingga gema takbir dapat dikumandangkan secara bersama-sama.
Baca Juga: Anies Ajak Warga Gaungkan Takbir dan Bersujud di JIS"Jadi yang takbir jangan kaset. Saya sarankan berangkat dari komplek bareng-bareng, keluar bareng-bareng, begitu pula dengan kumandang takbir bareng-bareng. Coba bedakan rasanya, rasakan bedanya, pasti akan terasa bedanya, baik sentuhannya," kata dia.
(sof)