Ekonom: Krisis Ekonomi Jangan Ditakuti tapi Dihadapi
Muhajirin
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 18:20 WIB
ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Staf Khusus Wapres 2007-2014 sekaligus Dosen Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai masyarakat tidak perlu takut menghadapi krisis ekonomi. Dia menilai krisis itu harus dilihat sebagai peluang.
“Kalau kita melihat krisis sekarang, kita harus melihat bahwa krisis bukanlah sesuatu yang harus kita takutkan tetapi sesuatu yang harus kita hadapi,” kata Wijayanto dalam diskusi 'Kesempatan Kerja dalam Turbulensi Ekonomi' di Universitas Paramadina Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Dia mengibaratkan ekonomi dunia saat ini seperti pesawat besar Airbus A380 bermesin empat dengan penumpang yang sangat banyak. Mesin pertama adalah Amerika Serikat mewakili 25% ekonomi dunia. Amerika mengalami inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Baca Juga: Resesi di Depan Mata, SBY Ungkap Cara Menghadapinya
Mesin kedua Cina mewakili 18% ekonomi. Cina juga mengalami masalah ekonomi karena kekeringan dan produksi pangan turun. Mesin ketiga European Union mewakili 18% ekonomi dunia yang juga sedang tidak baik-baik karena ada peperangan Rusia-Ukraina.
“Kalau kita melihat krisis sekarang, kita harus melihat bahwa krisis bukanlah sesuatu yang harus kita takutkan tetapi sesuatu yang harus kita hadapi,” kata Wijayanto dalam diskusi 'Kesempatan Kerja dalam Turbulensi Ekonomi' di Universitas Paramadina Jakarta, Kamis (27/10/2022).
Dia mengibaratkan ekonomi dunia saat ini seperti pesawat besar Airbus A380 bermesin empat dengan penumpang yang sangat banyak. Mesin pertama adalah Amerika Serikat mewakili 25% ekonomi dunia. Amerika mengalami inflasi tertinggi dalam 40 tahun terakhir.
Baca Juga: Resesi di Depan Mata, SBY Ungkap Cara Menghadapinya
Mesin kedua Cina mewakili 18% ekonomi. Cina juga mengalami masalah ekonomi karena kekeringan dan produksi pangan turun. Mesin ketiga European Union mewakili 18% ekonomi dunia yang juga sedang tidak baik-baik karena ada peperangan Rusia-Ukraina.