Lansia Takut Cek Kesehatan, Picu Munculnya Masalah Baru
Fifiyanti Abdurahman
Sabtu, 29 Oktober 2022 - 10:05 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Banyak lansia menolak memeriksakan kesehatannya di laboratorium karena takut penyakitnya ketahuan. Rasa takut periksa kesehatan memang lumrah terjadi. Namun, bila dibiarkan terus menerus, malah bisa mengakibatkan munculnya masalah baru.
Founder Klinik Spesialis Bedah Metro Kuningan Kuliner SDP Group (Tasty Donuts dan Liwet SiDemplon), dr Asep Hermana, SpB, FInaCS MM mengatakan rasa takut menjadi penghalang lansia untuk menelusuri dan mencari potensi penyebab masalah kesehatan.
Baca juga: 4 Adab ke Orangtua Lansia yang Bersikap Kekanak-kanakan
"Jadi, yang ingin saya sampaikan ketika seseorang menghindari mencari penyakit dari awal potensi itu ada maka akan berhadapan dengan risiko buruk ketika penyakit tersebut ditemukan," ujar dr Asep pada Kajian MQ Pagi yang disiarkan secara daring, Sabtu (29/10/2022).
Dia lalu memaparkan dampak buruk ketika seseorang tidak mau memeriksa tubuhnya sejak awal.
"Ketika seseorang tidak mau memeriksagula darahnya sejak awal, suatu ketika akan diperiksa juga gula darahnya sebab kakinya sudah mulai rusak dan tidak sembuh-sembuh. Jika hal itu terjadi maka tingkat kesulitan untuk pengobatan lebih tinggi dan juga memerlukan ahli untuk penyembuhannya," katanya.
Artinya jika terlambat, tingkat kesulitan untuk sembuh akan lebih tinggi, misalnya kaki harusdiamputasi. Di samping itu, penanganannya juga membutuhkan keahlian lain, sehingga tidak hanya cukup dengan minum obat saja.
Founder Klinik Spesialis Bedah Metro Kuningan Kuliner SDP Group (Tasty Donuts dan Liwet SiDemplon), dr Asep Hermana, SpB, FInaCS MM mengatakan rasa takut menjadi penghalang lansia untuk menelusuri dan mencari potensi penyebab masalah kesehatan.
Baca juga: 4 Adab ke Orangtua Lansia yang Bersikap Kekanak-kanakan
"Jadi, yang ingin saya sampaikan ketika seseorang menghindari mencari penyakit dari awal potensi itu ada maka akan berhadapan dengan risiko buruk ketika penyakit tersebut ditemukan," ujar dr Asep pada Kajian MQ Pagi yang disiarkan secara daring, Sabtu (29/10/2022).
Dia lalu memaparkan dampak buruk ketika seseorang tidak mau memeriksa tubuhnya sejak awal.
"Ketika seseorang tidak mau memeriksagula darahnya sejak awal, suatu ketika akan diperiksa juga gula darahnya sebab kakinya sudah mulai rusak dan tidak sembuh-sembuh. Jika hal itu terjadi maka tingkat kesulitan untuk pengobatan lebih tinggi dan juga memerlukan ahli untuk penyembuhannya," katanya.
Artinya jika terlambat, tingkat kesulitan untuk sembuh akan lebih tinggi, misalnya kaki harusdiamputasi. Di samping itu, penanganannya juga membutuhkan keahlian lain, sehingga tidak hanya cukup dengan minum obat saja.