MUHARRAM BANGKIT BERSAMA (9) | Presdir BCA Syariah: Tidak Berpuas Diri dengan Apa yang Sudah Dicapai Saat Ini
Ahmad zuhdi
Rabu, 18 Agustus 2021 - 06:00 WIB
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum. LANGIT7.ID/ Dok Pribadi
Selain sektor kesehatan, pandemi Covid-19 medatangkan multiefek di semua sisi kehidupan. Terlebih lagi terhadap sistem perekonomian, baik dalam skala kecil maupun besar. Karena itu, Muharrammenjadimomentum untuk bangkitbersama.
Spirit Muharram juga menjadi mementum kebangkitan ekonomi syariah dengan sistem ekonomi universal, inklusif, dan aktif melibatkan seluruh peran masyarakat agar bangsa Indonesia segera keluar dari ancaman krisis akibat pandemi. Ekonomi syariah menjadi solusi dan alternatif untuk memperkuat ekonomi nasional.
Dalam Islam, ekonomi dan keuangan syariah mengandung nilai keadilan dalam pembangunan sosio-ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan berorientasi kesejahteraan manusia. Perbankan syariah sebagai salah satu penopang ekonomi, mampukah menghidupkan perekonomian ummat di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)? Apakah memberikan asas saling menguntungkan, menjauhkan masyarakat dari permodalan usaha dengan menggunakan sistem rentenir, dan mengedukasi masyarakat dengan sistem usaha profesional dan tata kelola keuangan yang baik dan benar?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Wartawan LANGIT7.ID Ahmad Zuhdi berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Presiden Direktur (Presdir) BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum. Berikut petikannya:
Momentum Muharram, apa yang ingin dicapai Bank BCA Syariah agar ummat Islam bisa bangkit bersama?
Bagi kami, momentum Muharram adalah tentang terus berusaha menjadi lebih baik, dalam ruang lingkup pribadi maupun organisasi. Hal ini sejalan dengan corporate value BCA Syariah yaitu Teamwork, Responsibility, Integrity, Profesional atau disingkat TRIP. Dalam tata nilai, kami khususnya profesional, salah satu perilaku utama yang dituntut dari insan BCA Syariah adalah memiliki kemauan dan kemampuan memperbaiki kinerja secara terus-menerus agar mencapai hasil lebih baik atau continuous improvement.
Baca Wawancara Lainnya:Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia
Spirit Muharram juga menjadi mementum kebangkitan ekonomi syariah dengan sistem ekonomi universal, inklusif, dan aktif melibatkan seluruh peran masyarakat agar bangsa Indonesia segera keluar dari ancaman krisis akibat pandemi. Ekonomi syariah menjadi solusi dan alternatif untuk memperkuat ekonomi nasional.
Dalam Islam, ekonomi dan keuangan syariah mengandung nilai keadilan dalam pembangunan sosio-ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan berorientasi kesejahteraan manusia. Perbankan syariah sebagai salah satu penopang ekonomi, mampukah menghidupkan perekonomian ummat di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)? Apakah memberikan asas saling menguntungkan, menjauhkan masyarakat dari permodalan usaha dengan menggunakan sistem rentenir, dan mengedukasi masyarakat dengan sistem usaha profesional dan tata kelola keuangan yang baik dan benar?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Wartawan LANGIT7.ID Ahmad Zuhdi berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Presiden Direktur (Presdir) BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum. Berikut petikannya:
Momentum Muharram, apa yang ingin dicapai Bank BCA Syariah agar ummat Islam bisa bangkit bersama?
Bagi kami, momentum Muharram adalah tentang terus berusaha menjadi lebih baik, dalam ruang lingkup pribadi maupun organisasi. Hal ini sejalan dengan corporate value BCA Syariah yaitu Teamwork, Responsibility, Integrity, Profesional atau disingkat TRIP. Dalam tata nilai, kami khususnya profesional, salah satu perilaku utama yang dituntut dari insan BCA Syariah adalah memiliki kemauan dan kemampuan memperbaiki kinerja secara terus-menerus agar mencapai hasil lebih baik atau continuous improvement.
Baca Wawancara Lainnya:Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia