LANGIT7.ID, Jakarta - Selain sektor kesehatan, pandemi Covid-19 medatangkan multiefek di semua sisi kehidupan. Terlebih lagi terhadap sistem perekonomian, baik dalam skala kecil maupun besar. Karena itu, Muharram menjadi momentum untuk bangkit bersama.
Spirit Muharram juga menjadi mementum kebangkitan ekonomi syariah dengan sistem ekonomi universal, inklusif, dan aktif melibatkan seluruh peran masyarakat agar bangsa Indonesia segera keluar dari ancaman krisis akibat pandemi. Ekonomi syariah menjadi solusi dan alternatif untuk memperkuat ekonomi nasional.
Dalam Islam, ekonomi dan keuangan syariah mengandung nilai keadilan dalam pembangunan sosio-ekonomi, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, dan berorientasi kesejahteraan manusia. Perbankan syariah sebagai salah satu penopang ekonomi, mampukah menghidupkan perekonomian ummat di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)? Apakah memberikan asas saling menguntungkan, menjauhkan masyarakat dari permodalan usaha dengan menggunakan sistem rentenir, dan mengedukasi masyarakat dengan sistem usaha profesional dan tata kelola keuangan yang baik dan benar?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Wartawan
LANGIT7.ID Ahmad Zuhdi berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan Presiden Direktur (Presdir) BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum. Berikut petikannya:
Momentum Muharram, apa yang ingin dicapai Bank BCA Syariah agar ummat Islam bisa bangkit bersama?Bagi kami, momentum Muharram adalah tentang terus berusaha menjadi lebih baik, dalam ruang lingkup pribadi maupun organisasi. Hal ini sejalan dengan corporate value BCA Syariah yaitu Teamwork, Responsibility, Integrity, Profesional atau disingkat TRIP. Dalam tata nilai, kami khususnya profesional, salah satu perilaku utama yang dituntut dari insan BCA Syariah adalah memiliki kemauan dan kemampuan memperbaiki kinerja secara terus-menerus agar mencapai hasil lebih baik atau
continuous improvement.
Baca Wawancara Lainnya: Rektor UIN Jakarta: Indonesia Sangat Dinanti Ummat Islam Dunia Kita tidak boleh berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai saat ini. Ke depan, tugas kita masih panjang. Harapan kami, perbankan syariah khususnya BCA Syariah bisa semakin dikenal, diterima dan menjadi pilihan utama masyarakat sehingga pada akhirnya perbankan syariah bisa memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
PT Bank BCA Syariah berhasil mencatatkan laba bersih 23,08 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dibandingkan bank-bank besar lainnya. Apa makna pertumbuhan itu bagi Anda dan Bank BCA Syariah?Alhamdulillah, puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan petunjuk dan bimbingan-Nya sehingga BCA Syariah dapat terus tumbuh hingga hari ini. Pertumbuhan yang ditunjukkan BCA Syariah tentunya juga berkat dukungan dari seluruh stakeholder BCA Syariah baik itu nasabah, pemegang saham, regulator serta berkat teamwork yang solid dari seluruh insan BCA Syariah. Pertumbuhan tersebut bagi kami adalah bentuk nyata diterimanya kami dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Apa yang membuat BCA Syariah tetap tumbuh, meskipun di tengah pandemi Covid-19?Perolehan laba BCA Syariah didukung oleh manajemen aset dan liabilitas yang konsisten dilakukan oleh BCA Syariah. Upaya penyaluran pembiayaan harus dilakukan dengan hati-hati dengan mempertimbangkan segala risiko kredit yang ada. Sementara di sisi lain, upaya penghimpunan dana secara konsisten dilakukan oleh BCA Syariah.
Hal ini krusial untuk dilakukan bank agar tetap dapat menjaga pertumbuhan yang berkualitas dan berkesinambungan. Profitabilitas sampai dengan Juni 2021 meningkat dengan laba bersih (Profit After Tax) tercatat sebesar sebesar Rp34,5 miliar, meningkat 23,1% dibandingkan dengan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp28,0 miliar.
Lebih istimewa lagi, BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 3,47% atau sebesar Rp 5,9 triliun (yoy) dibandingkan periode yang sama. Komentar Anda?Mempertimbangkan kondisi saat ini, penyaluran pembiayaan masih menghadapi berbagai tantangan. Pemberlakuan kebijakan PSBB maupun PPKM sangat terasa dampaknya pada dunia usaha. Namun di tahun 2021 ini, di tengah kondisi perekonomian yang masih cenderung lambat, tentunya tetap ada sektor-sektor usaha maupun pelaku-pelaku usaha yang masih menunjukkan pertumbuhan.
Untuk tetap dapat mempertahankan pertumbuhan pembiayaan di 2021, fokus kami adalah pada penyaluran pembiayaan secara selektif dan dengan prinsip kehati-hatian, sehingga kualitas pembiayaan yang dimiliki BCA Syariah dapat terjaga dengan baik.
Baca Wawancara Lainnya:Potensi Indonesia Sangat Besar Jika Ummat Islam Jalankan Syariat
Rektor Perbanas Institute: Perbankan Syariah, Kenapa Masih Ragu?
Alhamdulillah, pembiayaan BCA Syariah masih tetap menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan tahun sebelumnya. Pembiayaan BCA Syariah per Juni 2021 tercatat sebesar Rp5,9 triliun, tumbuh 3,5% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya
Menghadapi pandemi tentunya kami harus beradaptasi untuk dapat memenuhi kebutuhan nasabah dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan nasabah dan karyawan. Kami mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah dalam menjalankan operasional bank. Selama pandemi kami mengimbau nasabah untuk melakukan
Banking from Home melalui layanan
mobile banking BCA Syariah dan
internet banking Klik BCA Syariah.
Minat nasabah untuk menggunakan
mobile banking dan
internet banking BCA Syariah meningkat secara signifikan. Dari frekuensi transaksi, 55% transaksi dilakukan melalui
mobile dan
internet banking, sementara transaksi yang dilakukan di cabang BCA Syariah hanya 3%. Jumlah pengguna juga mengalami kenaikan signifikan baik
mobile maupun
internet banking.
Selain itu, apa strategi BCA Syariah di tengah kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya belum pulih akibat pandemi ini?Bagi kami menuhi kebutuhan nasabah dengan tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan nasabah sangat penting. Bank sebagai salah satu faktor esensial harus tetap berjalan dengan optimal karena kebutuhan nasabah terkait keuangan tidak pernah berhenti walaupun di tengah kondisi pandemi.
Baca Wawancara Lainnya: Gubernur Sumbar, Kita Merdeka karena Kompak dan Bersatu Kami selalu mengupayakan agar layanan kepada nasabah tetap dapat berjalan optimal dan standar layanan tetap terjaga walaupun kami beroperasi dengan jumlah minimal. Komunikasi kepada nasabah juga selalu terjalin dengan baik, melalui
contact center Halo BCA 1500888 atau jaringan kantor BCA Syariah, sehingga nasabah selalu mendapat informasi terkini jika ada
update informasi terkait perubahan jam layanan, operasional cabang, perubahan fitur pada produk dan fasilitas BCA Syariah, dan lainnya.
Baru-baru ini Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menunjuk Bank BCA Syariah sebagai bank penerima setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPS PIH) periode tahun 2021-2024. Tanggapan Anda?Alhamdulillah, kami tetap mendapat kepercayaan dari BPKH untuk bermitra dalam peningkatan pelayanan haji Indonesia. Untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji, BCA Syariah juga melakukan sinergi dengan BCA sebagai induk usaha untuk menyediakan layanan setoran biaya ibadah haji melalui Layanan Penerimaan Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (LPS BPIH) di Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) yang berada di 100 cabang BCA di wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat. Dengan sinergi ini, masyarakat jadi semakin mudah dan dekat untuk melakukan penyetoran biaya haji melalui cabang-cabang BCA yang ada di kotanya.
Di tengah kebijakan PPKM seperti saat ini, berapa target pembiayaan kredit ke depan?BCA Syariah memproyeksikan target pertumbuhan pembiayaan kami pada tahun 2021 berada di kisaran 3-8% dan bisa kami sampaikan bahwa sampai dengan saat ini angka tersebut masih manageable.
(jak)